Cegah Penularan Ibu ke Bayi, Dinkes Fakfak Perkuat Triple Eliminasi Hepatitis, Sifilis dan HIV
Transparansi Tanpa Tawar

SpiritRevolusi.id | FAKFAK — Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak memperkuat pelaksanaan Program Triple Eliminasi Hepatitis B, Sifilis dan HIV pada ibu hamil melalui kegiatan On The Job Training (OJT) dan validasi data yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 1–2 Oktober 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Makan Family, Jalan Izak Telussa, Fakfak, tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperkuat deteksi dini, serta memastikan data program Triple Eliminasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat tercatat dan tervalidasi dengan baik.
Program ini dinilai penting karena deteksi dan penanganan sedini mungkin terhadap ibu hamil yang terinfeksi dapat membantu menekan risiko penularan penyakit dari ibu kepada bayi.
Pencegahan Diperkuat di Setiap Layanan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Husein Lie, S.Kep., M.M.Kes, mengatakan implementasi Triple Eliminasi dilakukan dengan mengedepankan aspek pencegahan dan deteksi dini pada kelompok sasaran, khususnya ibu hamil dan bayi.
Menurutnya, skrining dilakukan dalam pelayanan kesehatan di puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan swasta. Langkah tersebut bertujuan menemukan kasus baru sedini mungkin sehingga pasien dapat segera mendapatkan penanganan sesuai standar.
«“Dalam implementasi Program Triple Eliminasi pada ibu hamil dan bayi, terutama Hepatitis B, Sifilis dan HIV, aspek pencegahan selalu dilakukan melalui skrining di setiap pelayanan, baik di puskesmas maupun layanan swasta,” ujar Husein.»
Ia menjelaskan, melalui skrining tersebut, tenaga kesehatan diharapkan dapat menemukan kasus pada sasaran secara lebih dini. Dengan demikian, penatalaksanaan dan pengobatan dapat segera dilakukan untuk mengantisipasi risiko penularan serta menjaga kondisi kesehatan ibu dan bayi.
“Dengan menemukan kasus-kasus baru pada sasaran ibu hamil dan bayi secara lebih dini, kita bisa melakukan pengobatan dan tata laksana sehingga risiko penyakit ini dapat diantisipasi. Harapannya, ibu dan bayi tetap dalam keadaan sehat,” lanjutnya.
Putus Rantai Penularan dari Ibu ke Bayi
Dalam kegiatan OJT tersebut, tenaga kesehatan mendapatkan penguatan mengenai tata laksana Hepatitis B dan C, kebijakan pelayanan antenatal care (ANC), hingga tata laksana ibu bersalin dan nifas yang terinfeksi HIV, Sifilis maupun Hepatitis B.
Khusus Hepatitis B, deteksi pada ibu hamil menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penularan dari ibu kepada bayi.
Materi program juga mencakup upaya pencegahan penularan Hepatitis B melalui pemberian HB0 dan HBIg kepada bayi baru lahir kurang dari 24 jam, serta penggunaan profilaksis Tenofovir bagi ibu hamil pada usia kehamilan 28 minggu sesuai ketentuan dan materi program yang menjadi acuan kegiatan.
Pendekatan tersebut diarahkan agar intervensi dapat dilakukan sedini mungkin terhadap ibu hamil maupun bayi yang berisiko.
35 Tenaga Kesehatan Ikuti OJT
Kegiatan OJT dan validasi data ini melibatkan 35 peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, RSUD Kabupaten Fakfak, Klinik Pratama Fatima serta sejumlah puskesmas.
Peserta terdiri atas penanggung jawab Program Hepatitis, dokter, bidan Triple Eliminasi dan tenaga kesehatan terkait.
Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi, antara lain kebijakan dan situasi Program Triple Eliminasi di Kabupaten Fakfak, kebijakan program nasional, stigma dan diskriminasi, pencegahan dan pengendalian infeksi, tata laksana Hepatitis B dan C, kebijakan ANC, serta tata laksana ibu bersalin dan nifas dengan HIV, Sifilis dan Hepatitis B.
Pada hari kedua, kegiatan diarahkan pada manajemen logistik, sosialisasi Catpor/SIHEPI serta validasi data Triple Eliminasi ibu hamil.
Validasi Data Jadi Kunci
Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak menempatkan validasi data sebagai bagian penting dalam penguatan program. Data yang akurat diperlukan agar jumlah sasaran, hasil skrining, kasus yang ditemukan serta tindak lanjut pelayanan dapat diketahui secara lebih baik.
Dengan data yang tervalidasi, perencanaan program dan pelayanan kesehatan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Para peserta juga diminta membawa register Hepatitis, Sifilis dan HIV pada ibu hamil serta laptop untuk mendukung proses validasi dan pengelolaan data.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak melalui program pengelolaan pelayanan kesehatan bagi orang dengan risiko terkena infeksi HIV. Pembiayaan kegiatan bersumber dari DBH Migas Otsus Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak Tahun Anggaran 2026.
Melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan validasi data tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak mendorong pelaksanaan Triple Eliminasi berjalan lebih terintegrasi, mulai dari pencegahan, skrining, penemuan kasus, tata laksana hingga tindak lanjut pelayanan.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap percepatan eliminasi hepatitis serta perlindungan kesehatan ibu dan anak menuju target eliminasi tahun 2030.Judul alternatif yang lebih tajam:
“Cegah Penularan Ibu ke Bayi, Dinkes Fakfak Gaspol Perkuat Triple Eliminasi”
“Triple Eliminasi Diperkuat, Dinkes Fakfak Bidik Penularan Hepatitis, Sifilis dan HIV dari Ibu ke Bayi”
“Deteksi Dini Jadi Senjata, Dinkes Fakfak Perkuat Triple Eliminasi pada Ibu Hamil”
“Dinkes Fakfak Perketat Skrining Ibu Hamil, Putus Risiko Penularan Hepatitis, Sifilis dan HIV”
SpiritRevolusi.id



