Uncategorized

Di Tengah Kabut Asap, Kajari Fakfak Turun ke Pesantren: Bagikan Masker, Sembako dan Suntik Motivasi untuk Santri

Transparansi tanpa tawar

SpiritRevolusi.id | FAKFAK, Selasa 7 Oktober 2026 — Kepedulian terhadap keselamatan dan masa depan generasi muda ditunjukkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Fakfak, Toman Epy Lazarus Ramandey, S.H., M.H. , dengan turun langsung mengunjungi Pondok Pesantren Hidayatulloh di Kampung Sekru, Distrik Pariwari, Selasa (7/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 09.30 WIT tersebut dilakukan Kajari Fakfak bersama para kepala seksi, jaksa dan staf Kejaksaan Negeri Fakfak.

Kehadiran jajaran Kejari Fakfak tidak sekadar menjadi kunjungan silaturahmi. Di tengah kondisi kabut asap di Kabupaten Fakfak yang dinilai sudah memprihatinkan, rombongan Kajari memberikan bantuan masker kepada para santri, pengajar dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatulloh.

Selain masker, Kajari juga menyerahkan bantuan sembako bagi para santri yang tinggal di asrama pondok pesantren.

Peduli Pendidikan, Narkotika hingga Perundungan

Dalam kunjungan tersebut, Kajari Fakfak berdialog langsung dengan pengurus Pondok Pesantren Hidayatulloh mengenai berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pesantren, khususnya terkait peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Pembahasan juga menyentuh pentingnya pengawasan terhadap para santri agar terhindar dari tindak pidana narkotika serta mencegah terjadinya perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan.

Menurut Kajari, perhatian terhadap anak-anak di lingkungan pesantren bukan hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan mampu membentuk generasi yang memiliki masa depan.

Santri dari Keluarga Nelayan dan Petani

Dalam dialog bersama siswa kelas 7, 8 dan 9, terungkap bahwa sejumlah santri dan santriwati Pondok Pesantren Hidayatulloh berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, di antaranya keluarga nelayan dan petani.

Para santri tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Kota Fakfak, tetapi juga datang dari sejumlah daerah seperti Teluk Patipi, Kepulauan Seram, Bomberai dan Tomage.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri dalam dialog. Kajari memberikan motivasi kepada para santri dan santriwati agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi maupun asal daerah sebagai penghalang untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

Pesan yang disampaikan sederhana namun kuat: para santri harus terus belajar, memiliki cita-cita tinggi dan berani bermimpi untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Jaksa Alumni Pesantren: Lulusan Pesantren Bisa Jadi Jaksa

Suasana dialog semakin hidup ketika sejumlah jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri Fakfak turut berbagi pengalaman pendidikan mereka.

Beberapa jaksa tersebut diketahui pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren di wilayah Sumatera dan Jawa. Mereka memberikan motivasi kepada para santri bahwa pendidikan pesantren juga dapat menjadi jalan untuk meraih berbagai profesi, termasuk menjadi seorang jaksa.

Para jaksa juga memberikan quiz kepada santri dan santriwati mengenai surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai pengetahuan agama serta kaitannya dengan hukum nasional.

Interaksi tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus motivasi, memperlihatkan kepada para santri bahwa ilmu agama dan pengetahuan hukum dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, karakter dan kesadaran hukum.

Usulan Sarana Pesantren Akan Diteruskan

Dalam kesempatan tersebut, pengurus Pondok Pesantren Hidayatulloh juga menyampaikan sejumlah usulan terkait pengembangan sarana dan prasarana pesantren kepada Kajari Fakfak.

Kajari menyampaikan bahwa berbagai usulan tersebut akan diteruskan kepada instansi yang berwenang.

Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pendidikan di pesantren, khususnya dalam mendukung proses belajar mengajar para santri dan santriwati.

“Mendidik dan Mengajar Adalah Tanggung Jawab Kita Semua”

Mengakhiri pertemuan, Kajari Fakfak menyampaikan pesan kepada pengurus Pondok Pesantren Hidayatulloh bahwa pendidikan bukan semata-mata tanggung jawab lembaga pendidikan, melainkan tanggung jawab bersama.

“Tugas mendidik dan mengajar adalah tanggung jawab kita semua,” demikian pesan yang disampaikan Kajari.

Ia juga berharap setiap orang yang datang ke Pondok Pesantren Hidayatulloh dapat memberikan motivasi, dorongan dan semangat kepada para santri yang sedang menempuh pendidikan.

Kunjungan tersebut pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perhatian terhadap santri bukan hanya berbicara tentang bantuan, tetapi juga tentang kepedulian, perlindungan, pendidikan, motivasi dan membuka keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih tinggi.

Dari Kampung Sekru, pesan itu disampaikan dengan jelas: keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Selama ada kemauan belajar, dukungan dan semangat, para santri pun memiliki kesempatan untuk melangkah jauh dan mengukir masa depan.

(Ria)

Related Articles

Back to top button