Uncategorized

Ketua Dewan Adat Apner Hegemur Apresiasi Bupati Samaun Dahlan, Dialog Berbuah Damai, Palang Jalan Mambunibuni Kembali Dibuka

SpiritRevolusi.id | FAKFAK, PAPUA BARAT — Komitmen membangun komunikasi dan mendengarkan aspirasi masyarakat kembali ditunjukkan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, saat menemui masyarakat adat di Mambunibuni, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat adat sekaligus mencari jalan keluar atas persoalan yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung melalui dialog bersama masyarakat adat, Bupati Samaun Dahlan didampingi Ketua Dewan Adat, Apner Hegemur, serta unsur terkait. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan harapan mereka secara langsung kepada pemerintah daerah.

Dialog yang berlangsung dalam suasana terbuka itu akhirnya membuahkan hasil positif. Palang jalan Mambunibuni–Bomberay dibuka kembali secara aman dan damai, sehingga akses jalan dapat digunakan masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya komunikasi langsung, sikap saling menghormati, dan kesediaan semua pihak untuk mencari solusi bersama tanpa memperpanjang persoalan.

### Apner Hegemur: Bupati Sangat Peduli kepada Masyarakat

Ketua Dewan Adat, Apner Hegemur, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, yang hadir langsung menemui masyarakat adat dan memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan berbagai persoalan.

Menurut Apner, kehadiran kepala daerah secara langsung menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi dan aspirasi masyarakat di wilayahnya.

“Bupati kita ini luar biasa dan sangat peduli dengan masyarakat kita,” ungkap Apner Hegemur.

Apresiasi tersebut mencerminkan harapan masyarakat adat agar komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat dinilai penting untuk mendengar persoalan secara langsung, memahami kondisi yang dihadapi warga, serta mencari solusi yang dapat diterima bersama.

Bagi masyarakat adat, ruang dialog seperti ini menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai langkah-langkah penyelesaian persoalan di daerah.

### Bupati Beri Ruang kepada Masyarakat Adat untuk Menyampaikan Aspirasi

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Samaun Dahlan memberikan kesempatan kepada masyarakat adat untuk menyampaikan berbagai hal yang menjadi perhatian mereka.

Sikap tenang dan kesediaan mendengarkan menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dialog langsung memungkinkan berbagai persoalan dibicarakan secara terbuka, sehingga masing-masing pihak dapat memahami aspirasi dan kepentingan yang disampaikan.

Pendekatan ini juga memperlihatkan bahwa penyelesaian persoalan tidak selalu harus dilakukan melalui ketegangan. Dengan komunikasi yang baik, perbedaan pandangan dapat dibicarakan untuk menemukan jalan keluar yang lebih bijaksana.

Pemerintah daerah dan masyarakat memiliki kepentingan yang sama, yakni menjaga ketertiban, memperlancar aktivitas warga, serta memastikan persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara damai dan bertanggung jawab.

### Palang Jalan Dibuka, Aktivitas Masyarakat Kembali Berjalan

Dibukanya kembali palang jalan Mambunibuni–Bomberay menjadi salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut. Akses jalan yang kembali terbuka memungkinkan masyarakat melanjutkan aktivitas dan mobilitas sebagaimana mestinya.

Jalan tersebut memiliki arti penting bagi pergerakan masyarakat dan kelancaran aktivitas di wilayah setempat. Karena itu, penyelesaian persoalan melalui dialog menjadi langkah positif agar kepentingan masyarakat dapat kembali berjalan tanpa mengabaikan aspirasi yang telah disampaikan.

Pembukaan palang secara aman dan damai juga menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan antara masyarakat adat dan pemerintah daerah.

(Ria)

Related Articles

Back to top button