
Spirit Revolusi, Karawang – Musim kemarau yang cukup lama, mengakibatkan saluran Irigasi Suplesi Cibe’et sepanjang 8 kilometer kering. Dari bendungan pintu air utama sungai Cibe’et sampai ke irigasi Kalimalang, warga 3 desa, Wanajaya, Wanakerta dan desa Wanasari kesulitan untuk mendapatkan air baku, pemenuhan kebutuhan air bersih sehari hari.
Pagi ini, kami pemerintahan desa melakukan monitoring dan verifikasi (monev) Irigasi suplesi Cibe’et, untuk mengetahui penyebab keringnya irigasi. Guna mencari solusi agar warga masyarakat bisa terpenuhi kembali akan sumber air baku, kata Hj.Amah Maryamah kepala desa Wanakerta kepada awak media, Kamis 27 Agustus 2026.
BACA : Kredit Fiktif Bank BUMN di Purwakarta: Rp3,4 Miliar Raib, 54 Debitur Terseret
Mengingat air irigasi tersebut sebagai andalan sumber air baku bagi masyarakat di 3 desa di kecamatan Telukjambe Barat dan sebagai sumber air untuk lahan pertanian para petani .
“Ribuan warga 3 desa mengandalkan air irigasi sebagai air baku, akibat keringnya irigasi, warga kesulitan mendapatkan air baku pemenuhan kebutuhan sehari hari dan sebagai pengairan lahan garap petani”.
Keringnya irigasi di karenakan air sungai Cibe’et tidak bisa masuk ke saluran irigasi. Air sungai Cibe’et lebih rendah dari saluran irigasi karena belum ada normalisasi, pengerukan sendimen lumpur di dekat pintu air utama bendungan sungai Cibe’et sampai pintu air pembagi, ungkapnya.
Menurutnya, dari survei tadi, ada kemungkinan besar air dari sungai Cibe’et bisa mengalir ke saluran irigasi, asalkan ada penyodetan. Karena ketinggian air irigasi tidak bisa masuk ke irigasi, lantaran belum ada normalisasi. Sendimen lumpur memenuhi saluran suplesi irigasi dari pintu utama sampai pintu air pembagi.
Kami berharap semua pihak yang terkait untuk segera mencari jalan keluar, agar warga masyarakat kami dan 2 desa yang lain bisa segera terpenuhi akan sumber air baku. Mengingat kemarau masih terus berjalan, pungkasnya.
Menyikapi keringnya saluran suplesi irigasi Cibe’et, kami perusahaan Glocowings, telah menyiapkan 4 unit pompa air. Menyedot air dari sungai Cibe’et untuk di alirkan di saluran suplesi irigasi secara non stop kata Andika , general Affair (GA) PT. Glocowings indonesia.
Pompanisasi kami lakukan agar warga masyarakat yang mengandalkan air irigasi bisa kembali terpenuhi. Melihat beberapa waktu lalu banyak warga yang mengeruk irigasi untuk menampung air.
BACA : MEJA PENYIDIK & KANIT PIDSU: PEMERINTAH DESA KARING BERHADAPAN DENGAN HUKUM
Di samping itu, kami Glicowings juga membutuhkan dan mengandalkan sumber air dari suplesi irigasi sungai Cibe’et untuk pemenuhan pruduk kami, ujarnya.
Keringnya saluran suplesi irigasi Cibe’et saat ini, di karenakan belum adanya pengerukan atau normalisasi dari pintu air utama Cibe’et. Air sungai Cibe’et yang terbendung tidak bisa masuk ke saluran irigasi.
Normalisasi yang di lakukan tahun lalu dari pintu air pembagi sampai hilir Kalimalang, tidak maksimal karena di kerjakan saat air irigasi penuh. Saat kondisi kering seperti ini, kelihatan hasil normalisasi tahun lalu, pungkasnya. (ryo bewok).



