Ketua TP PKK Fakfak Tegaskan Pengelolaan Sampah Harus Berujung Aksi Nyata, Bukan Sekadar Rapat
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id FAKFAK – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan, menegaskan bahwa upaya mewujudkan Kabupaten Fakfak yang bersih, sehat, dan berkelanjutan tidak boleh berhenti pada rapat maupun diskusi semata. Seluruh hasil pembahasan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang didukung regulasi, kolaborasi lintas sektor, serta perubahan perilaku masyarakat sejak usia dini.
Penegasan tersebut disampaikan Ny. Nurwidayati saat memberikan arahan dalam kegiatan pembahasan tata kelola persampahan Kabupaten Fakfak yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026.
Dalam arahannya, Ketua TP PKK meminta Dinas Lingkungan Hidup segera mempercepat penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai landasan hukum pelaksanaan program pengelolaan sampah. Menurutnya, regulasi yang kuat akan menjadi pedoman bersama bagi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan sehingga program dapat berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Tanpa regulasi yang jelas, program akan sulit berjalan optimal. Karena itu, MoU dan Perbup harus segera disiapkan agar seluruh pihak memiliki acuan yang sama dalam menjalankan pengelolaan sampah di Kabupaten Fakfak,” tegasnya.
Selain memperkuat aspek regulasi, Ny. Nurwidayati juga menaruh perhatian besar pada pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Ia mengusulkan agar setiap sekolah dilengkapi dengan tempat sampah terpilah sehingga para siswa dapat dibiasakan memilah sampah organik dan nonorganik sejak dini.
Menurutnya, budaya menjaga kebersihan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pendidikan dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten sejak usia anak-anak.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program lingkungan hidup.
“Semua harus saling membantu dan saling mendukung. Dengan kebersamaan, cita-cita menjadikan Fakfak lebih bersih, sehat, dan nyaman akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua TP PKK mengingatkan agar hasil pertemuan tidak berhenti sebagai dokumen atau sekadar bahan diskusi. Ia meminta pembentukan tim segera direalisasikan sehingga setiap keputusan yang telah disepakati dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.
“Masyarakat menunggu bukti kerja, bukan hanya rapat. Karena itu, setelah pertemuan ini harus ada tindakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Di penghujung sambutannya, Ny. Nurwidayati menyampaikan permohonan maaf apabila selama kegiatan terdapat tutur kata yang kurang berkenan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat ibadah, hingga tempat kerja.
Ny. Nurwidayati berharap gerakan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi muda.
“Dengan semangat kebersamaan dan falsafah gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Fakfak, pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Fakfak yang bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan bagi masa depan,” pungkasnya.
(Ria)




