Tinjo Payung Simpan Sejarah Panjang, Boangmanalu Tegaskan Hak Ulayat Rading Berru
Transparansi Tanpa Tawar

DAIRI – Keberadaan tradisi dan budaya di wilayah Tinjo Payung, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, bukan sekadar warisan seni semata. Lebih dari itu, keberadaan masyarakat di kawasan ini menyimpan catatan sejarah panjang yang membuktikan hak ulayat yang kuat, khususnya bagi marga Boangmanalu.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Raja Pernengeten Boangmanalu. Menurutnya, keberadaan mereka di kawasan Dusun 5 Tinjo Payung adalah bukti nyata bahwa Boangmanalu merupakan salah satu pemangku hak ulayat Rading Berru.
“Warisan leluhur ini harus dijaga. Ini adalah bukti otentik bahwa kami memiliki hak dan tanggung jawab atas tanah dan wilayah ini sejak zaman nenek moyang,” ujar Raja Pernengeten.
Asal Usul Junggung Boang Manalu dan Istrinya
Melalui penelusuran silsilah yang tertanam di atas “Mejan” atau tempat bersejarah tersebut, terungkap kisah unik tentang kedatangan leluhur ke wilayah Tinjo Payung.
“Dari silsilah di atas Mejan tersebut menyatakan, bahwa Empu atau leluhur yang datang ke Tinjo Payung bernama Junggung Boang Manalu,” jelasnya.
Kisah bermula ketika Junggung Boang Manalu mempersunting seorang putri bernama Beakbiru Gaja Diri, yang wilayah kekuasaannya kini dikenal sebagai Kudadiri.
“Sejak pernikahan inilah, Raja Junggung mendapatkan hak ulayat Rading Berru dari pihak istri atau Raja Gaja Diri/Kudadiri,” tambahnya menegaskan garis keturunan dan hak kepemilikan tanah adat tersebut.
Tiga Putra dan Seorang Putri
Dari pernikahan suci antara Junggung Boang Manalu dan Beakbiru Gaja Diri tersebut, dikaruniai tiga orang putra dan seorang putri yang menjadi cikal bakal keturunan Boangmanalu di wilayah tersebut.
Anak-anak tersebut adalah:
- Paju Borang Boang Manalu
- Kajul Boang Manalu
- Gersom Boang Manalu
- Coth Boangmanalu (Putri tunggal)
“Dari ketiga anak laki-laki ini mempunyai cerita yang sangat indah dan panjang yang tidak dapat saya uraikan secara lengkap saat ini,” tutup Raja Pernengeten Boangmanalu, menandakan bahwa masih banyak kisah heroik dan nilai luhur lainnya yang tersimpan dalam sejarah keluarga besar Boangmanalu.
Kisah ini menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk tetap menjaga kehormatan, martabat, serta hak-hak adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
(Tim)




