NEWS

Pendidikan Jadi Alarm Utama, Wabup Fakfak Tegas: Anggaran 2026 Tak Boleh Melenceng!

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak, 2026 — Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik, menegaskan pentingnya pembenahan serius di sektor pendidikan sekaligus disiplin ketat dalam pengelolaan anggaran daerah menjelang penetapan APBD 2026.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian pembahasan perencanaan pembangunan daerah melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), yang menjadi titik krusial dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Fakfak ke depan.

Dalam arahannya, Wabup menyoroti bahwa sektor pendidikan tidak boleh lagi berjalan “biasa-biasa saja”. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya yang menangani pendidikan, untuk menghadirkan program yang benar-benar berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas utama karena menjadi fondasi pembangunan jangka panjang. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah daerah yang mendorong lahirnya SDM unggul—cerdas, sehat, dan produktif—sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Tak hanya itu, Wabup juga mengingatkan bahwa setiap program yang diusulkan harus berbasis data, terukur, serta memiliki indikator kinerja yang jelas. Ia menegaskan, tidak boleh ada lagi kegiatan yang hanya bersifat rutinitas tanpa dampak konkret bagi masyarakat.

Disiplin Anggaran Jadi Harga Mati

Di sisi lain, Donatus Nimbitkendik memberikan peringatan keras terkait pengelolaan anggaran. Ia menekankan bahwa seluruh tahapan penyusunan APBD 2026 harus dilakukan tepat waktu, disiplin, dan sesuai regulasi.

“Setiap rupiah harus jelas peruntukannya dan benar-benar mendukung pencapaian target pembangunan,” tegasnya.

Dalam kondisi fiskal daerah yang terbatas, Wabup meminta seluruh OPD lebih selektif dan cermat dalam menyusun program. Ia juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran agar tidak terjadi tumpang tindih maupun pemborosan.

Musrenbang, lanjutnya, bukan sekadar forum formalitas, tetapi menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah. Semua usulan harus realistis, terukur, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Fokus Pembangunan: Tepat Sasaran dan Berdampak

Pemerintah Kabupaten Fakfak sendiri tengah mendorong reformasi perencanaan agar lebih terintegrasi dan berbasis hasil. Isu-isu strategis seperti peningkatan mutu pendidikan, layanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga penguatan ekonomi lokal menjadi prioritas utama.

Wabup juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih profesional, inovatif, dan bertanggung jawab dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan efisien.

Dengan penegasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap arah pembangunan ke depan tidak lagi sekadar administratif, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Perencanaan harus tajam, pelaksanaan harus disiplin, dan hasilnya harus dirasakan rakyat,” menjadi pesan kuat yang digaungkan dalam forum strategis tersebut.

(Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button