BUPATI SAMAUN DAHLAN BAWA KABAR BESAR DARI JAKARTA: FAKFAK DAPAT TAMBAHAN 1.500 HEKTAR PALA DAN 100 HEKTAR KELAPA, HILIRISASI REMPAH SIAP DONGKRAK EKONOMI DAERAH
Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID, FAKFAK – Langkah besar Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam memperjuangkan masa depan sektor perkebunan kembali membuahkan hasil. Dalam pertemuan strategis bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, tidak hanya memperkuat komitmen hilirisasi pala sebagai motor penggerak ekonomi daerah, tetapi juga berhasil membawa pulang dukungan pengembangan perkebunan seluas 1.500 hektar pala dan 100 hektar kelapa untuk Kabupaten Fakfak.
Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi pembangunan sektor pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Fakfak. Kehadiran tambahan areal perkebunan diyakini akan memperkuat posisi Fakfak sebagai salah satu sentra pala terbesar di Indonesia sekaligus mempercepat terwujudnya kawasan industri berbasis rempah di Tanah Mbaham Matta.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa pala merupakan identitas sekaligus aset strategis daerah yang harus dikelola secara modern dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah.
Menurutnya, selama ini sebagian besar hasil pala Fakfak masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat belum optimal. Karena itu, hilirisasi menjadi solusi penting untuk memastikan hasil perkebunan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi sebelum dipasarkan.
“Sudah saatnya pala Fakfak tidak hanya dijual sebagai bahan baku. Kita ingin nilai tambahnya dinikmati oleh masyarakat Fakfak sendiri melalui industri pengolahan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Bupati Samaun.
Ia menjelaskan bahwa hilirisasi pala akan membuka peluang lahirnya berbagai produk turunan seperti minyak atsiri, oleoresin, bahan baku industri makanan dan minuman, produk farmasi, kosmetik, hingga berbagai produk olahan rempah yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibandingkan penjualan bahan mentah.
Bupati juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mendukung agenda hilirisasi nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan petani, pengembangan teknologi pascapanen, serta penciptaan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
Komitmen tersebut selaras dengan Program Pala Unggul Fakfak dan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Kawasan Berbasis Perkebunan Pala Tahun 2025–2029 yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah daerah sebagai roadmap pembangunan sektor perkebunan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Pertanian Republik Indonesia menyambut positif berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Fakfak. Pemerintah pusat, kata Menteri, terus mendorong daerah-daerah potensial untuk mengembangkan sektor pertanian berbasis hilirisasi guna meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di daerah.
Dukungan pengembangan lahan perkebunan pala seluas 1.500 hektar dan kelapa seluas 100 hektar menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap potensi besar yang dimiliki Kabupaten Fakfak.
Pengembangan sektor perkebunan tersebut diproyeksikan tidak hanya meningkatkan produksi komoditas unggulan daerah, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya industri pengolahan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.
Bagi masyarakat Fakfak, langkah yang diperjuangkan Bupati Samaun Dahlan ini dipandang sebagai upaya strategis untuk membawa daerah keluar dari ketergantungan terhadap penjualan komoditas primer menuju ekonomi berbasis nilai tambah.
Dengan sejarah panjang sebagai tanah pala, dukungan pemerintah pusat, serta komitmen kuat pemerintah daerah, Fakfak kini berada pada momentum penting untuk memasuki era baru pembangunan ekonomi berbasis rempah.
“Pala adalah kebanggaan dan identitas masyarakat Fakfak. Jika dikelola melalui hilirisasi yang tepat, pala akan menjadi kekuatan besar.
(Ria)




