“Fakfak Membara” Menggema di Raker Papua Barat, Bupati Samaun Dahlan Tegaskan Arah Daerah Mandiri dan Kompetitif
Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID | Manokwari, Papua Barat — 16 April 2026 Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, memaparkan secara komprehensif visi pembangunan daerah bertajuk “Fakfak Membara” dalam Rapat Kerja (Raker) Bupati se-Provinsi Papua Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Manokwari.
Dalam forum strategis tersebut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk mendorong transformasi daerah menuju kemandirian, kesejahteraan, keamanan, dan daya saing yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa visi “Fakfak Membara” bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan yang terukur dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, keberagaman sosial dan budaya yang dimiliki Fakfak menjadi fondasi utama dalam membangun daerah yang inklusif dan harmonis.
Empat Pilar Utama Pembangunan
Dalam pemaparannya, Samaun Dahlan menjelaskan bahwa visi “Fakfak Membara” ditopang oleh empat pilar utama, yaitu:
Mandiri: Mendorong masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan dengan penguatan ekonomi lokal dan pengurangan ketergantungan pada pihak luar.
Sejahtera: Fokus pada peningkatan pendapatan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, serta pemenuhan kebutuhan dasar.
Aman: Penguatan stabilitas keamanan, ketertiban, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Berdaya Saing: Peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, dan kreativitas guna menghadapi persaingan di tingkat regional maupun nasional.
Capaian dan Program Strategis
Bupati juga menyoroti sejumlah capaian makro daerah, termasuk tren positif dalam penurunan ketimpangan (Gini Ratio) yang mencerminkan semakin meratanya kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mengakselerasi berbagai program prioritas, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, penyediaan rumah layak huni, penguatan digitalisasi kampung, serta pengembangan kampung wisata berbasis potensi lokal.
Upaya lain yang turut didorong adalah perluasan akses permodalan, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP), serta peningkatan kemitraan dengan investor guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Samaun Dahlan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sebagai kunci percepatan pembangunan. Sejumlah usulan strategis disampaikan, seperti peningkatan ruas jalan, pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK), penyediaan tenaga dokter spesialis, serta pembangunan fasilitas pendidikan yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Ia juga mendorong penguatan pemberdayaan tenaga kerja lokal, khususnya mama-mama Papua, serta keberlanjutan dana Otonomi Khusus (Otsus) hingga ke tingkat kampung guna memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.
Optimisme: Fakfak Harus Naik Kelas
Mengakhiri pemaparannya, Bupati menegaskan bahwa Fakfak harus keluar dari zona stagnasi dan bertransformasi menjadi daerah yang mandiri dan kompetitif.
“Dengan potensi yang kita miliki, Fakfak tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus tampil sebagai pelaku utama dalam pembangunan,” tegasnya.
Rapat kerja ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama antar kepala daerah di Papua Barat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
(Red)



