Dandim 1803/Fakfak Tinjau Situs Sejarah Masuknya Injil, Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni dan Toleransi
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id FAKFAK, Papua Barat – 27 Februari 2026 – Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersejarah masuknya Injil di wilayah Kabupaten Fakfak, tepatnya di Kampung Hambriangkendik, Distrik Fakfak Tengah, Jumat (27/02/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap jejak sejarah dan nilai-nilai spiritual yang telah mengakar kuat di Tanah Papua, khususnya di Fakfak yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman dan toleransi yang terjaga lintas generasi.
Dalam keterangannya, Dandim menegaskan bahwa peristiwa masuknya Injil di Tanah Papua merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah yang harus dirawat bersama sebagai warisan peradaban.
“Masuknya Injil di Tanah Papua adalah bagian dari sejarah yang harus kita hormati dan jaga bersama. Nilai persaudaraan, toleransi, dan kedamaian harus terus kita pelihara demi keharmonisan masyarakat Fakfak,” ujar Letkol Inf Wahlin Rahman.
Menurutnya, menjaga situs sejarah bukan hanya soal fisik bangunan atau lokasi, tetapi juga tentang menjaga spirit kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu. Fakfak, lanjutnya, telah lama dikenal sebagai miniatur toleransi di Papua Barat, di mana masyarakat hidup berdampingan dalam keberagaman agama, suku, dan budaya.
Kehadiran Dandim di lokasi tersebut disambut hangat oleh tokoh adat, aparat kampung, serta masyarakat setempat. Mereka menilai perhatian aparat teritorial terhadap situs sejarah keagamaan menjadi bukti nyata komitmen menjaga nilai-nilai persatuan dan identitas lokal.
Masyarakat berharap kunjungan ini dapat mendorong perhatian lebih luas terhadap pelestarian situs bersejarah, sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga warisan iman, budaya, dan persaudaraan.
Peninjauan ini juga menjadi pesan kuat bahwa TNI, melalui Kodim 1803/Fakfak, tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif merawat harmoni sosial serta memperkokoh fondasi kebangsaan yang berakar pada nilai toleransi dan kedamaian di tengah masyarakat Fakfak.
(RIA)




