Tenaga Budaya Jadi Garda Depan! Pemkab Genjot Pembinaan Lembaga Adat demi Dongkrak Pariwisata 2026
Transparansi Tanpa Tawar

Tenaga Budaya Jadi Garda Depan! Pemkab Genjot Pembinaan Lembaga Adat demi Dongkrak Pariwisata 2026
SPIRITREVOLUSI.ID | Fakfak, Papua Barat — Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus memperkuat peran lembaga adat sebagai pilar utama pelestarian budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Lembaga Adat yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pentingnya Tenaga Budaya pada Objek Wisata, yang berlangsung pada 16–17 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kebudayaan Tahun 2026, dengan tujuan meningkatkan kapasitas lembaga adat serta mendorong kehadiran tenaga budaya yang profesional dan berkompeten dalam mendukung pengelolaan destinasi wisata berbasis kearifan lokal.
Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak, khususnya melalui Seksi Tenaga Budaya yang dipimpin oleh Ani Nurholiyah, S.Sos., M.M. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa keberadaan tenaga budaya menjadi faktor krusial dalam menjaga identitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
“Tenaga budaya memiliki peran strategis sebagai jembatan antara nilai-nilai tradisi dan kebutuhan pengembangan pariwisata modern. Mereka bukan hanya pelaku, tetapi juga penjaga warisan budaya yang harus terus diberdayakan,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan para pengurus lembaga adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai distrik di Kabupaten Fakfak. Materi yang disampaikan meliputi penguatan kelembagaan adat, pemahaman peran tenaga budaya, hingga strategi pengelolaan objek wisata yang berbasis budaya lokal.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berkarakter.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap lembaga adat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata yang kini menjadi salah satu andalan ekonomi.
Program ini sekaligus menjadi langkah konkret Pemkab Fakfak dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah arus globalisasi, serta memastikan bahwa setiap objek wisata tidak kehilangan nilai-nilai autentiknya.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan tenaga budaya di Kabupaten Fakfak semakin siap tampil sebagai ujung tombak dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke tingkat yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
(Ria)



