NEWS

Kartini, Posyandu, dan Aksi Nyata di Kampung: Nurwidayati Samaun Turun Langsung Kawal 6 SPM di Arguni

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak, 29 April 2026 — Komitmen nyata dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat kembali ditunjukkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, saat melakukan kunjungan kerja di Distrik Arguni, Rabu (29/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Nurwidayati tidak sekadar hadir secara seremonial. Ia mengawal langsung rangkaian kegiatan terpadu yang menggabungkan peringatan Hari Kartini dan Hari Posyandu Nasional 2026 dengan aksi nyata di lapangan.

“Dalam satu hari ini ada empat kegiatan sekaligus. Saya hadir bukan hanya sebagai Ketua PKK, tetapi juga sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu dan Bunda PAUD,” tegasnya.

🌸 Pelayanan Gratis untuk Ibu Hamil dan Balita

Kegiatan pertama diawali dengan pelayanan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan balita, hasil kolaborasi antara TP PKK, GOW, Dharma Wanita, JP2F bersama Dinas Kesehatan.

Layanan ini menjadi bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus bagian dari semangat Hari Kartini yang menekankan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

🏅 Apresiasi untuk Bidan Pengabdi 30 Tahun

Masih dalam rangkaian Hari Kartini, Nurwidayati juga memberikan penghargaan kepada seorang bidan yang telah mengabdi selama 30 tahun, sebagai simbol “Kartini masa kini”.

Ia menyoroti peran bidan di daerah yang sering kali harus merangkap berbagai fungsi pelayanan kesehatan karena keterbatasan tenaga medis.

“Bidan di kampung bisa menjadi dokter, perawat, bahkan penolong utama masyarakat. Kita berharap ke depan setiap distrik memiliki dokter spesialis agar pelayanan semakin optimal,” ujarnya.

🇮🇩 Hari Posyandu Nasional: Wajib Terapkan 6 SPM

Momentum Hari Posyandu Nasional 2026 dimanfaatkan sebagai ajang edukasi dan implementasi kebijakan terbaru, yakni penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu.

Nurwidayati menegaskan bahwa Posyandu kini tidak lagi sekadar tempat menimbang bayi, tetapi menjadi pusat layanan terpadu lintas sektor.

“Sekarang Posyandu harus melibatkan banyak dinas, bukan hanya kesehatan. Ada sosial, pendidikan, hingga pekerjaan umum. Semua saling terhubung,” jelasnya.

🔍 Posyandu Jadi “Mata” Pembangunan di Kampung

Ia bahkan menyebut Posyandu sebagai “mata-mata pembangunan” karena mampu mendeteksi langsung kondisi riil masyarakat.

Melalui Posyandu, berbagai persoalan bisa diidentifikasi secara menyeluruh, mulai dari:

  • Stunting dan gizi buruk
  • Kondisi rumah tidak layak huni
  • Akses air bersih
  • Lingkungan yang tidak sehat
  • Hingga bantuan sosial yang tidak tepat sasaran

“Kalau ditemukan masalah, langsung bisa ditindaklanjuti ke dinas terkait. Jadi intervensinya cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.

⚠️ Soroti Minimnya Kehadiran OPD

Dalam kesempatan itu, Nurwidayati juga menyayangkan minimnya kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) dalam kegiatan tersebut.

 

Dari enam dinas yang diundang, hanya Dinas Sosial yang hadir.

 

“Saya apresiasi Dinas Sosial yang hadir. Ke depan saya harap semua dinas bisa ikut, karena Posyandu ini kerja bersama,” katanya.

👩‍💼 Tegaskan Peran Bukan Sekadar Istri Bupati

Nurwidayati juga menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan bukan sebagai istri kepala daerah, melainkan menjalankan tugas organisasi yang diembannya.

Ia saat ini memegang empat peran sekaligus:

  • Ketua TP PKK
  • Ketua Tim Pembina Posyandu
  • Bunda PAUD
  • Ketua Dekranasda

“Saya turun bukan sebagai istri bupati, tetapi sebagai pelaksana tugas organisasi. Semua ini ada tanggung jawab dan harus dilaporkan setiap bulan,” tegasnya.

🤝 Ajak Kepala Kampung Aktif dan Responsif

Di akhir sambutannya, ia mengajak para kepala kampung untuk lebih aktif dalam mendukung pembangunan, termasuk kebersihan lingkungan, pendataan warga, hingga kesiapan infrastruktur dasar seperti listrik.

“Kalau ada kebutuhan atau kendala di kampung, segera komunikasikan. Kita harus bergerak bersama,” pesannya.

Kunjungan kerja ini menjadi bukti bahwa penguatan Posyandu

(Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button