Launching Pala Grafting di Fakfak: Sinergi Pendidikan, Perkebunan, dan PKK untuk Generasi Unggul
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id Fakfak, 2 Mei 2026 – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan secara produktif oleh SMA Negeri 2 Fakfak melalui kegiatan Launching Pala Grafting Anak Usia Sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor perkebunan dalam upaya membentuk generasi muda yang terampil, mandiri, dan berdaya saing.
Bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, kegiatan yang berlangsung di halaman SMA Negeri 2 Fakfak pada Sabtu (2/5) ini mengusung tema Hardiknas 2026, yaitu “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Fakfak. Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan terhadap peran perempuan dalam mendorong kemajuan pendidikan sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Launching pala grafting ini bertujuan memperkenalkan teknik sambung pucuk (grafting) tanaman pala kepada pelajar sejak dini. Selain menjadi media pembelajaran berbasis praktik, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor perkebunan, khususnya komoditas unggulan khas Fakfak, yakni pala.
Kepala SMA Negeri 2 Fakfak menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu mengembangkan keterampilan hidup (life skill) peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam mengelola tanaman pala dengan teknik yang lebih modern dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menegaskan bahwa program Gerakan Pala Unggul Fakfak membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk dunia pendidikan. Pelibatan pelajar dinilai strategis untuk menjaga keberlanjutan komoditas pala sebagai identitas sekaligus sumber ekonomi masyarakat Fakfak.
Kegiatan ini juga mencerminkan bahwa pendidikan di daerah terus berkembang secara adaptif dengan mengintegrasikan potensi lokal ke dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang inovatif dan mandiri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Fakfak yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis serta kepedulian terhadap potensi daerahnya. Sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah.
(Ria)




