Bunda PAUD Nurwidayati Samaun Dahlan Pimpin Upacara di SMA Negeri 1, Tekankan Disiplin, Etika, dan Masa Depan Generasi Muda
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Senin, 4 Mei 2026 Upacara bendera di SMA Negeri 1 berlangsung khidmat pada Senin pagi (4/5/2026). Bertindak sebagai pembina upacara, Bunda PAUD yang juga Ketua PKK serta Ketua Tim Pembina Posyandu dan Dekranasda, Nurwidayati Samaun Dahlan, menyampaikan amanat penuh makna yang menekankan pentingnya disiplin, etika, serta kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Mengawali amanatnya, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat kesehatan sehingga dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Ia juga mengingatkan pentingnya mendoakan rekan-rekan yang berhalangan hadir agar segera diberi kesembuhan.
Pembentukan Karakter Dimulai Sejak Dini
Dalam kapasitasnya sebagai Bunda PAUD dan pembina keluarga, Nurwidayati menegaskan bahwa pembentukan karakter harus dimulai sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Menurutnya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak awal akan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi unggul.
Kepedulian Lingkungan dan Pola Hidup Sehat
Ia juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Para siswa diajak untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membiasakan membawa botol minum sendiri (tumbler) serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Disiplin kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan akan berdampak besar bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan kita,” tegasnya.
Pesan Tegas: Hindari Pergaulan Negatif
Perhatian khusus diberikan pada pergaulan remaja. Nurwidayati mengingatkan siswa untuk tidak terjerumus dalam pergaulan bebas serta menjauhi rokok, minuman keras, dan narkoba yang dapat merusak masa depan.
“Jauhi hal-hal negatif yang dapat menghancurkan masa depan. Pilihlah teman yang saling mendukung untuk hal-hal positif,” pesannya.
Menjunjung Etika dan Menghormati Sesama
Nilai etika juga menjadi penekanan penting. Ia mengajak siswa untuk selalu menghormati orang tua, guru, dan sesama teman. Salah satu kebiasaan sederhana yang dianjurkan adalah mencium tangan orang tua sebelum berangkat sekolah sebagai bentuk penghormatan dan doa restu.
“Guru adalah sumber ilmu yang harus kita hormati. Begitu pula orang tua dan sesama,” ujarnya.
Bijak Menggunakan Teknologi
Di era digital, penggunaan handphone turut menjadi perhatian. Ia mengingatkan agar siswa menggunakan teknologi secara bijak dan produktif, terutama untuk menunjang proses belajar.
“Gunakan HP untuk hal-hal positif. Jangan sampai teknologi justru merugikan diri sendiri,” ungkapnya.
Disiplin Kunci Meraih Cita-Cita
Menutup amanatnya, Nurwidayati memotivasi para siswa untuk memiliki cita-cita tinggi serta mencapainya melalui disiplin dan kerja keras. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kemauan dan ketekunan.
“Siapa pun bisa sukses, asalkan disiplin, rajin belajar, dan tidak mudah menyerah,” tuturnya penuh semangat.
Ia berharap dari SMA Negeri 1 akan lahir generasi unggul, bahkan calon pemimpin masa depan yang mampu membawa daerah menuju kemajuan.
Momentum Hardiknas dan HUT SMA Negeri 1 ke-51
Kegiatan upacara ini juga menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) serta rangkaian Hari Ulang Tahun SMA Negeri 1 ke-51. Momen ini sekaligus menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen pendidikan untuk terus memperkuat karakter, disiplin, dan kualitas generasi muda.
Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun dunia pendidikan yang lebih baik.
(Ria)




