Hibah Gereja dan Kurikulum Iman Diluncurkan, Bupati Fakfak Tegaskan Spirit Persaudaraan Papua
Transparansi Tapa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak — Pemerintah Kabupaten Fakfak kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan rohani dan nilai persaudaraan masyarakat melalui penyerahan bantuan hibah kepada sejumlah gereja serta peluncuran Kurikulum Katekisasi GPI Papua yang berlangsung di Gereja Bakal Jemaat Galilea GPI Papua, Kampung Torea, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, dan dihadiri pimpinan Sinode GPI Papua, Ketua Klasis, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan OPD, serta jemaat dari berbagai wilayah di Kabupaten Fakfak.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh pembangunan mental, moral, dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, keberadaan lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus membentuk karakter generasi muda Papua yang beriman, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
“Pemerintah hadir bukan hanya membangun jalan dan gedung, tetapi juga memperkuat fondasi iman dan kehidupan sosial masyarakat. Gereja menjadi bagian penting dalam menjaga nilai kemanusiaan dan persatuan di Fakfak,” ujar Bupati.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak menyerahkan bantuan hibah pembangunan dan pelayanan gereja kepada sejumlah jemaat GPI Papua. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara transparan, tepat sasaran, dan mampu mendukung pelayanan umat di masing-masing wilayah.
Selain penyerahan hibah, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan launching Kurikulum Katekisasi GPI Papua yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan iman generasi muda gereja di Tanah Papua.
Bupati Fakfak menyebut, kurikulum tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keagamaan, tetapi juga wadah pembentukan karakter, disiplin, moralitas, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.
Ia menekankan bahwa Kabupaten Fakfak selama ini dikenal sebagai daerah dengan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu”, sebuah simbol kuat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga hingga kini.
“Nilai persaudaraan ini harus diwariskan kepada generasi muda. Kurikulum katekisasi menjadi salah satu jalan membangun karakter anak-anak Papua agar tumbuh dengan iman yang kuat dan tetap menjaga kedamaian,” katanya.
Peluncuran kurikulum tersebut mendapat apresiasi dari berbagai tokoh gereja dan jemaat yang hadir. Mereka menilai sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis di Kabupaten Fakfak.
Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol komitmen menjaga kerukunan serta membangun Fakfak yang aman, religius, dan sejahtera.
(Ria)




