NEWS

EDUKASI GREEN CHEMISTRY, MAHASISWA KKN UNHAS GELAR DEMONSTRASI PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK JELANTAH DI DESA LAMONCONG 

Transparansi Tanpa Tawar

BONE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Masyarakat Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan Edukasi Green Chemistry dan Demonstrasi Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah di Desa Lamoncong, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan melalui penerapan prinsip Green Chemistry (kimia hijau).

Program kerja ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya masyarakat yang menggunakan minyak jelantah secara berulang maupun membuangnya secara sembarangan. Padahal, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan serta berpotensi mencemari lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku lilin aromaterapi yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai tambah.

BACA : Kepsek SMP Negeri 3 Cibal Minta Berita Dihapus, Spirit Revolusi Kecam Dugaan Intimidasi Pers dengan Dalih UU ITE 

Pada sesi edukasi, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dari Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Whedwinda Aprilya Bunga, menjelaskan bahwa Green Chemistry merupakan pendekatan yang mendorong pemanfaatan bahan dan proses yang lebih aman, efisien, serta berkelanjutan. Menurutnya, ilmu kimia tidak hanya dipelajari di laboratorium, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kimia bukan hanya tentang teori dan reaksi di laboratorium, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut dapat memberikan solusi bagi kehidupan sehari-hari. Melalui penerapan konsep Green Chemistry, minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Whedwinda.

Selain penyampaian materi, peserta juga diperkenalkan dengan metode pemurnian minyak jelantah menggunakan teknik adsorpsi sebagai salah satu penerapan prinsip Green Chemistry. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi sebagai contoh pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai peluang pemanfaatan produk tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai usaha rumahan.

Ketua PKK Desa Lamoncong menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin yang menghadirkan program edukatif sekaligus aplikatif bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

BACA Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap Kasus Peredaran Narkotika, Seorang Tersangka Diamankan Beserta Sabu dan Ganja 

“Program ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat. Harapannya, limbah minyak jelantah tidak lagi dibuang begitu saja, melainkan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai jual dan berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkap Ketua PKK Desa Lamoncong.

Melalui kegiatan edukasi dan demonstrasi ini, mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Masyarakat Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Lamoncong semakin peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga yang bertanggung jawab. Penerapan prinsip Green Chemistry diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

(Kapereil NTT/ Alfred Ten)

Related Articles

Back to top button