NEWS

GEMPA M 7,7 GUNCANG FLORES, SEKITAR 60 RUMAH WARGA DI DUSUN WOTOK KECAMATAN CIBAL, KABUPATEN MANGGARAI RUSAK PARAH

Transparansi Tanpa Tawar

Manggarai, NTT- Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15 /8/2026) pukul 04.58.24 WIB atau 05.58.24 WITA.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dengan kedalaman 15 kilometer dan koordinat 8,41° LS serta 121,39° BT.

BACA : STOP MBG? SAATNYA EVALUASI TOTAL DAN PERTIMBANGKAN BANTUAN LANGSUNG KEPADA ANAK ATAU ORANG TUA

Gempa kuat tersebut dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Flores dan sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG dalam pemodelan awal menetapkan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur dalam status Siaga dan Waspada.

Dampak gempa juga dirasakan masyarakat di Dusun Wotok, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari lapangan, sekitar 60 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa.

Kerusakan tersebut membuat sebagian warga memilih tidak menempati rumah mereka dan mendirikan posko darurat di sekitar rumah masing-masing. Warga masih bertahan di lokasi dengan kondisi yang serba terbatas sambil menunggu adanya penanganan lebih lanjut dari pemerintah.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama karena bangunan yang mengalami kerusakan berat dinilai tidak lagi aman untuk ditempati sebelum dilakukan pemeriksaan dan asesmen oleh pihak berwenang.

Warga terdampak berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Pusat, BPBD, serta pihak-pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan terhadap masyarakat terdampak.

Bantuan yang sangat dibutuhkan warga antara lain tenda atau tempat tinggal sementara, terpal, bahan makanan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan keluarga, serta kebutuhan dasar lainnya.

Selain kebutuhan tanggap darurat, warga juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat agar proses pemulihan dan pembangunan kembali dapat segera dilakukan.

“Kami berharap pemerintah segera datang melihat kondisi kami. Banyak rumah yang rusak dan untuk sementara warga mendirikan posko di samping rumah. Kami berharap bantuan segera datang karena kami masih membutuhkan tempat yang aman untuk tinggal.” Ujar Servas salah seorang warga yang terkena Dampak bencana gempa

Masyarakat meminta pemerintah dan instansi terkait segera melakukan verifikasi serta asesmen lapangan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan.

Pendataan tersebut diperlukan untuk memastikan jumlah rumah terdampak, tingkat kerusakan, jumlah keluarga yang membutuhkan bantuan, serta kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

BACA : LEBIH DARI 3 MILIAR RUPIAH DI SMK NEGERI 1 SITINJO: SOROTAN TOTAL DAN TEGASNYA FAKTA TAK BOLEH DIHAPUS

Warga juga berharap penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi rumah warga yang mengalami kerusakan berat

Sebelumnya BMKG mencatat gempa utama tersebut diikuti aktivitas gempa susulan. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan waspada serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan arahan pemerintah daerah.

Masyarakat yang bangunannya mengalami kerusakan juga diimbau tidak memaksakan diri masuk atau menempati bangunan yang dinilai tidak aman sampai dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

Warga Dusun Wotok tersebut berharap pemerintah segera hadir di tengah kondisi masyarakat yang terdampak.

Mereka berharap bantuan darurat dapat segera disalurkan sekaligus ada kepastian mengenai penanganan rumah-rumah yang rusak berat.

Kehadiran pemerintah di lokasi sangat diharapkan untuk memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta mempercepat proses pemulihan pascagempa.

(Alfred Ten)

Related Articles

Back to top button