Guyup Rukun Selawase, Paguyuban Arek Suroboyo di Fakfak Kobarkan Semangat Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Semangat persaudaraan, kerukunan, dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW terasa kuat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Paguyuban Arek Suroboyo (PAS) di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Peringatan Maulid Nabi yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah tersebut berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Kegiatan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi, persatuan, dan kebersamaan masyarakat Jawa yang berada di Kabupaten Fakfak.
Mengusung tema “Mari Tingkatkan Kecintaan kepada Rasulullah dengan Meneladani Akhlak, Kejujuran, dan Kasih Sayang Beliau dalam Kehidupan Sehari-hari”, kegiatan tersebut menempatkan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pesan utama yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban PAS menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Pesan “Guyup Rukun Selawase” menjadi semangat yang mewarnai kegiatan tersebut. Ungkapan itu menggambarkan harapan agar kebersamaan, persaudaraan, dan kerukunan tidak hanya terbangun dalam kegiatan organisasi, tetapi terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Nur Ali, Wakil Ketua IKAWARA, dalam sambutannya turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW seharusnya tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi diwujudkan melalui akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani Akhlaqul Karimah Rasulullah SAW, terutama dalam membangun hubungan yang baik dengan keluarga, sesama anggota paguyuban, serta masyarakat luas.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari dan dalam bermasyarakat,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kesempatan tersebut.
Nuansa religius semakin terasa saat tausiyah disampaikan oleh Ustaz H. Jumroni. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan kejujuran sebagai bagian penting dalam kehidupan.
Kejujuran, menurut pesan yang disampaikan dalam tausiyah, bukan hanya diperlukan dalam situasi tertentu, melainkan harus menjadi prinsip yang dibawa seseorang di mana pun berada dan dalam kondisi apa pun.
Pesan tersebut menjadi relevan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, persatuan dan kerukunan akan semakin kuat apabila dibangun di atas kejujuran, saling menghormati, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Lantunan shalawat “Assolatuwassalamu’alaika Yaa Sayyidii Yaa Rasulullah” turut mengiringi suasana peringatan Maulid, menambah kekhidmatan kegiatan sekaligus memperkuat pesan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus inti IKAWARA, yang terdiri dari Ketua IKAWARA, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, dan Bendahara.
Hadir pula sejumlah ketua paguyuban Jawa yang tergabung dalam IKAWARA, di antaranya Ketua KKBL, Kalinyamat, Klaten, Kemasan, Ikawangi, Sragen, Ponorogo, Jogja, serta Arema.
Selain jajaran pengurus dan pimpinan paguyuban, kegiatan turut dihadiri Imam Masjid Besar Al Munawarah bersama sejumlah jamaah Masjid Besar Al Munawarah.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarsesama warga dan organisasi paguyuban di Kabupaten Fakfak.
Dalam pantauan media, rangkaian kegiatan berlangsung sederhana namun meriah dan penuh kekeluargaan. Suasana kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan, dengan semangat persaudaraan yang menjadi bagian penting dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di tengah keberagaman masyarakat Fakfak, semangat “Guyup Rukun Selawase” menjadi pesan yang memiliki makna penting. Kerukunan bukan hanya slogan, melainkan nilai yang perlu dirawat bersama agar kehidupan sosial tetap harmonis.
(Ria)




