Karhutla SP 5 Bomberay Makin Mengganas, Kepala Kampung Wonorejo: Satu Rumah Warga Terbakar, Api Belum Padam
Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan SP 5 Kampung Wonorejo, Jalur 2, Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kembali menunjukkan dampak serius. Kobaran api yang terus menjalar hingga ke kawasan permukiman mengakibatkan satu unit rumah warga terbakar.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (14/9/2026) sore. Api yang sebelumnya membakar lahan di sekitar kawasan SP 5 dilaporkan merembet ke area permukiman warga. Kondisi ini membuat masyarakat semakin waspada karena kobaran api masih terlihat di sejumlah titik.
Kepala Kampung SP 5 Wonorejo menyampaikan bahwa kebakaran telah mengakibatkan satu rumah warga terbakar akibat kobaran api yang merambat dari kawasan lahan yang terbakar.
Situasi di lapangan semakin sulit karena kondisi lahan yang kering, ditambah tiupan angin yang cukup kencang. Rumput dan vegetasi kering menjadi bahan bakar yang membuat api dengan cepat berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Warga bersama petugas terus berjibaku melakukan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali merembet ke permukiman dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Sebelumnya, warga juga telah mengeluhkan kebakaran yang terjadi di sejumlah titik di wilayah SP 5. Api bahkan dilaporkan masih menyala selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diperparah cuaca panas dan kering serta angin yang membuat arah rambatan api sulit diprediksi.
Kebakaran kali ini menjadi perhatian serius karena api telah menyentuh kawasan permukiman. Terbakarnya satu rumah menjadi peringatan bahwa karhutla tidak lagi hanya mengancam lahan dan vegetasi, tetapi sudah berpotensi langsung mengancam keselamatan serta harta benda masyarakat.
Di tengah kepulan asap dan kobaran api, warga tetap berupaya melakukan pemadaman secara bersama-sama. Mereka berharap penanganan terhadap titik-titik api dapat segera diperkuat sehingga kebakaran tidak meluas ke rumah-rumah warga lainnya.
Selain ancaman terhadap permukiman, asap tebal yang muncul akibat kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, api masih dilaporkan belum sepenuhnya padam. Petugas dan masyarakat masih melakukan upaya pemadaman serta pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.
Sementara itu, penyebab pasti munculnya api masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. Kondisi panas, lahan yang kering dan angin kencang disebut menjadi faktor yang membuat kobaran api cepat menyebar, namun sumber awal kebakaran belum dapat dipastikan.
Karhutla SP 5 Wonorejo kini bukan lagi sekadar persoalan kebakaran lahan. Ketika api sudah merembet hingga membakar rumah warga, penanganan cepat dan terpadu menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi permukiman dan mencegah kerugian yang lebih besar.
(Ria)




