NEWS

PROYEK IRIGASI SITINJO RP238 JUTA: CAMAT DAN PEMDES TIDAK TAHU, KONSTRUKSI DINILAI TIDAK SESUAI SPESIFIKASI

Transparansi Tanpa Tawar

DAIRI.SPIRIT.REVOLUSI.ID — DAIRI, 19 SEPTEMBER 2026. Sawah yang semula subur kini terancam beralih fungsi. Irigasi yang putus dan longsor membuat para petani di Sitinjo, Kabupaten Dairi, menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Dairi agar segera memperbaiki saluran air tersebut. Harapan itu sempat berkobar saat terdengar kabar adanya proyek perbaikan irigasi di wilayah itu. Namun kenyataannya justru membawa ketidakpastian baru.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, rincian kegiatan adalah sebagai berikut. Pemerintah Kabupaten Dairi, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Kegiatannya berupa Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Primer dan Sekunder pada daerah irigasi yang luasnya di bawah 1.000 hektare. Nama pekerjaan Rehabilitasi Jaringan D.I. Sitinjo, Kecamatan Sitinjo. Nilai kontrak sebesar Rp238.180.000 termasuk PPN dan PPH. Masa pelaksanaan Juli sampai September 2026. Sumber dana APBD DAU Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2026. Pelaksana CV. Radja Maha Karya.

BACA : Polresta Karawang Ungkap Kasus Curas dan Narkoba, Dua Begal Disebut Beraksi di 12 TKP 

Tim Redaksi Spirit Revolusi melalui Biro Dairi, Jembri Padang beserta rekan, mengonfirmasi ke Kantor Camat Sitinjo dan bertemu langsung pihak Camat. Namun jawabannya mengecewakan. Kami tidak tahu, hal itu tidak ada pemberitahuan. Seharusnya ada pemberitahuan, ujar Camat Sitinjo. Pemerintah Desa setempat pun memberikan jawaban serupa, tidak tahu ada kegiatan Dinas PUTR di wilayah pemerintahannya. Proyek senilai ratusan juta rupiah ternyata berjalan tanpa pemberitahuan maupun koordinasi dengan pihak kecamatan maupun desa.

Saat turun ke lokasi, tim menemukan fakta yang mengkhawatirkan. Irigasi dalam kondisi rusak, lantai sudah retak. Campuran pasir dan semen dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi gambar proyek. Bagian konstruksi bahkan bisa dicubit, menunjukkan kualitas yang sangat diragukan. Dua orang yang mengaku sebagai tim pemeriksa dan pengawas di lokasi menyatakan secara tegas bahwa ini harus dibongkar kembali. Ketika awak media bertanya jika dibongkar berarti menghabiskan anggaran lagi, jawabannya justru tidak peduli soal itu. Yang jelas ini dinilai tidak sesuai dengan ketentuan, tegas mereka.

BACA : Diduga Peras 21 Kepsek Terkait Dana Program Revitalisasi, Oknum PPPK Disdik Banyuasin Ditetapkan Tersangka 

Proyek yang telah lama ditunggu-tunggu oleh warga justru berpotensi melahirkan masalah baru, baik dari segi perencanaan, koordinasi, kualitas pekerjaan, maupun pengawasannya. Atas dugaan tersebut, Spirit Revolusi menegaskan akan segera menyampaikan lembaran informasi resmi kepada Dinas PUTR Kabupaten Dairi. Pihaknya menuntut penjelasan mengapa proyek berjalan tanpa pemberitahuan ke kecamatan maupun desa, pembinaan dan teguran kepada pihak pelaksana, penegasan apakah konstruksi akan dibongkar ulang sesuai ketentuan, serta transparansi anggaran dan spesifikasi teknis kepada publik.

Rp238 juta uang rakyat tidak boleh dikerjakan setengah-setengah, apalagi tanpa koordinasi dengan pemerintah setempat. Irigasi adalah nyawa petani. Jika kualitasnya diragukan dan harus dibongkar ulang, maka anggaran terbuang sia-sia. Kami pantau sampai tuntas, tegas Spirit Revolusi. Harapan petani bukan sekadar papan proyek yang berdiri, melainkan air yang mengalir dan sawah yang kembali hidup.

Pewarta: tim redaksi.

Related Articles

Back to top button