NEWS

Satu Tahun Tanpa Seremoni, Fokus pada Kerja Nyata: Samaun Dahlan Tegaskan Substansi di Atas Perayaan

Transparansi Tanpa Tawar

SpiritRevolusi.id | Fakfak, Papua Barat – 22 Februari 2026 Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan komitmennya untuk mengedepankan kerja nyata dibandingkan perayaan seremonial.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan berbagi berkah yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak di Winder Tuare. Ia sekaligus menjawab pertanyaan publik terkait tidak adanya agenda syukuran satu tahun pemerintahan.

Menurutnya, rasa syukur tidak harus diwujudkan dalam bentuk pesta atau euforia, melainkan melalui kebijakan dan program yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

 “Banyak yang bertanya mengapa tidak ada syukuran satu tahun. Bagi saya, yang terpenting adalah kerja dan hasil. Rasa syukur kita tunjukkan dengan membantu masyarakat, bukan dengan euforia,” tegasnya.

Pendidikan Gratis, Wujud Komitmen Nyata

Salah satu program yang telah berjalan dan menjadi prioritas pemerintah daerah adalah pendidikan gratis. Pemerintah Kabupaten Fakfak berupaya memastikan akses pendidikan tidak lagi menjadi beban orang tua, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Program ini dipandang sebagai fondasi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Fakfak ke depan. Sektor pendidikan ditempatkan sebagai prioritas utama, sejajar dengan pelayanan dasar lainnya.

Air dan Listrik Jadi Fokus 2026

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung persoalan krusial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, yakni ketersediaan air bersih dan listrik.

Ia menegaskan bahwa pada tahun 2026, pelayanan air dan listrik harus lebih stabil dan tidak lagi mengalami kendala berarti, khususnya pada momentum penting seperti bulan Ramadan.

Terkait gangguan distribusi air bersih akibat kerusakan infrastruktur yang sempat terjadi, ia mengaku telah menginstruksikan instansi teknis untuk segera melakukan perbaikan.

“Air dan listrik adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada hambatan yang berlarut-larut. Jika ada masalah, harus segera ditangani,” ujarnya.

Kepentingan Publik Jadi Prioritas

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kepentingan masyarakat harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok tertentu. Pemerintahan yang dipimpinnya berkomitmen menjadikan pelayanan publik sebagai orientasi utama.

Hambatan administratif maupun teknis yang mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama dalam menjalankan ibadah, menurutnya harus diselesaikan secara cepat dan tanpa kompromi.

Satu tahun kepemimpinan ini, kata dia, bukan tentang selebrasi, melainkan tentang pembuktian. Pemerintah Kabupaten Fakfak diarahkan untuk bekerja lebih cepat, responsif, serta berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.

Tanpa panggung perayaan, pesan yang ingin ditegaskan menjadi jelas: kerja harus dirasakan, pelayanan harus nyata, dan hasil pembangunan harus terukur.

(Ria)

Related Articles

Back to top button