Tak Sekadar Seremonial, Satpol PP–Damkar Fakfak Teguhkan Disiplin Internal dan Aksi Sosial di Momentum HUT
Trqnsparansi Tanpa Tawar

spiritrevolusi.id– Fakfak, 3 Maret 2026 — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja, ke-107 Pemadam Kebakaran (1 Maret), dan ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (5 Maret) dimaknai jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Fakfak sebagai titik refleksi sekaligus penguatan komitmen pengabdian.
Tidak berhenti pada seremoni, peringatan tahun ini diarahkan pada pembenahan internal dan aksi sosial nyata di tengah masyarakat, terutama dalam suasana Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Satpol PP Kabupaten Fakfak, Anggelina Sirfefa, SSTP., M.Si, menegaskan bahwa langkah awal yang ditempuh adalah konsolidasi internal guna mengokohkan disiplin dan integritas personel.
“Sebagai penegak Perda dan Perkada, kami harus memastikan fondasi internal kuat terlebih dahulu. Disiplin, soliditas, dan etika menjadi prioritas sebelum menjalankan fungsi penertiban di lapangan,” ujarnya.
Berbagi 500 Takjil, Wujud Kepedulian Ramadan
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci, Satpol PP bersama unsur Damkar membagikan 500 paket takjil kepada masyarakat muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Aksi ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi cerminan pendekatan humanis aparat dalam membangun kedekatan sosial. Kehadiran penegak perda di ruang publik diharapkan tidak hanya identik dengan penindakan, melainkan juga empati dan kepedulian.
“Ini bentuk kebersamaan kami dengan masyarakat. Semoga menjadi inspirasi bagi perangkat daerah lain untuk turut berbagi dan memperkuat solidaritas sosial,” kata Anggelina.
Puncak HUT: Apel dan Penguatan Sinergi
Sebagai puncak rangkaian kegiatan pada 5 Maret, akan digelar apel bendera lintas sektoral yang melibatkan tujuh satuan mitra kerja. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah dalam menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kabupaten Fakfak.
Selain itu, Satpol PP juga menggagas kerja sama dengan Dinas Pendidikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengawasan peserta didik di luar lingkungan sekolah pada jam belajar.
Langkah tersebut diarahkan pada pembinaan, bukan penghukuman. Siswa yang terjaring akan dikembalikan ke sekolah untuk mendapatkan pembinaan dari pihak pendidik.
Penertiban Humanis, Edukasi Jadi Prioritas
Dalam pelaksanaan tugas, Satpol PP Fakfak menegaskan komitmen mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Penindakan menjadi opsi terakhir setelah upaya sosialisasi dan imbauan tidak diindahkan.
Salah satu fokus pengawasan adalah penggunaan fasilitas umum yang tidak sesuai peruntukan, termasuk parkir kendaraan pribadi di badan jalan yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.
“Untuk saat ini kami lebih mengutamakan edukasi dan imbauan. Namun apabila tidak ada perubahan, tentu penegakan aturan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Momentum HUT ke-76 Satpol PP, ke-107 Damkar, dan ke-64 Linmas ini diharapkan menjadi tonggak pembaruan semangat pengabdian. Dengan disiplin internal yang diperkuat dan pendekatan yang lebih humanis, Satpol PP Fakfak meneguhkan komitmen menghadirkan ketertiban yang berkeadilan, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
(Ria)




