Willy Hegemur Serap Aspirasi di Pulau Bonyom: Dorong Jembatan Permanen hingga Pengembangan Pusat Katolik
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak, Papua Barat — 26 Maret 2026Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat, Willy M. Hegemur, melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka penyerapan aspirasi masyarakat triwulan I tahun 2026 dengan mengunjungi Pulau Bonyom (Bone), salah satu lokasi bersejarah misi Katolik di wilayah Fakfak.
Dalam kunjungannya, Willy meninjau langsung sejumlah situs penting, termasuk sumur tua Lekok yang menjadi bagian dari jejak awal penyebaran misi Katolik di Tanah Papua. Ia juga mengapresiasi inisiatif umat yang secara swadaya membangun gua Maria sebagai bagian dari rencana pengembangan pusat Katolik di kawasan tersebut.
Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun kawasan bersejarah ini, meskipun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Ini merupakan kerja luar biasa dari umat dan masyarakat. Semuanya masih dilakukan secara swadaya, namun kita bersyukur sudah mulai ada perhatian dari pemerintah,” ujarnya.
Dorongan Pembangunan Infrastruktur
Salah satu aspirasi utama yang diserap dalam kunjungan tersebut adalah kebutuhan pembangunan jembatan penyeberangan permanen. Saat ini, akses menuju lokasi masih mengandalkan jembatan sementara berbahan bambu yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat.
Willy menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong pemerintah untuk segera memberikan dukungan pembangunan infrastruktur yang lebih layak dan aman.
“Jembatan ini sangat vital. Kita akan dorong agar pemerintah dapat membantu pembangunan jembatan permanen, termasuk dukungan listrik dan penataan kawasan,” tegasnya.
Selain itu, kebutuhan listrik juga menjadi perhatian penting untuk menunjang aktivitas di kawasan tersebut, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan persiapan perayaan besar yang akan datang.
Dukungan Perayaan 132 Tahun Misi Katolik
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari persiapan perayaan 132 tahun misi Katolik di Tanah Papua. Willy menilai perayaan tersebut bukan hanya momentum keagamaan, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan sosial bagi seluruh masyarakat Papua.
Ia mengajak semua pihak, tanpa memandang latar belakang agama, untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan perayaan tersebut.
“Ini bukan hanya milik umat Katolik, tetapi momentum bersama untuk menjaga sejarah dan memperkuat persatuan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Willy juga menyerahkan bantuan kepada panitia dan yayasan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan di lapangan.
Komitmen Kawal Aspirasi
Sebagai wakil masyarakat di MRP, Willy menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai aspirasi yang telah dihimpun, baik terkait pembangunan di Pulau Bonyom maupun kebutuhan masyarakat di wilayah lain seperti Kampung Ovi dan Sum.
Ia juga menyampaikan rencana untuk berkoordinasi dengan DPR Papua Barat dan pemerintah daerah guna mendorong realisasi program-program prioritas tersebut.
Selain itu, dalam waktu dekat ia akan melakukan kunjungan ke wilayah Arguni untuk membahas isu strategis terkait eksplorasi migas, dengan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat adat serta pemerataan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.
“Kekayaan alam harus dikelola untuk kepentingan bersama dan kemajuan daerah,” ujarnya.
Dorong Sinergi dan Dukungan Otsus
Willy juga meminta panitia dan yayasan untuk segera menyiapkan proposal resmi guna diajukan ke MRP, pemerintah, serta pihak terkait lainnya, termasuk melalui skema dana Otonomi Khusus (Otsus).
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab kelembagaan, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral bersama.
“Kita dorong melalui mekanisme kelembagaan, namun ini juga menjadi tanggung jawab moral kita bersama,” pungkasnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Willy menyempatkan diri meninjau pembangunan jembatan bambu yang menjadi akses utama menuju kawasan tersebut, sekaligus memastikan kondisi lapangan sebagai bahan perjuangan aspirasi ke depan.
(Ria)




