Penggerebekan Sabung Ayam di Carenang Berujung Maut, Dua Orang Tewas
Transparansi Tanpa Tawar

Serang, 26 April 2026 — Penggerebekan arena judi sabung ayam di Kampung Bojong Samar, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, berujung tragis. Dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu siang tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat kepanikan saat operasi berlangsung.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aparat dari Polsek Carenang melakukan penggerebekan sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan petugas membuat para peserta sabung ayam panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
KIP Banten Jadwalkan Sidang Sengketa Spirit Revolusi vs ATR/BPN Pandeglang
Salah satu korban diketahui bernama Mursid (52), warga Desa Onyam. Ia diduga panik dan menceburkan diri ke sungai di sekitar lokasi hingga akhirnya tenggelam dan meninggal dunia.
Sementara itu, satu korban lainnya merupakan warga Desa Jongjing, Kecamatan Tirtayasa. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka serius di bagian dada akibat tertusuk kayu serta luka di leher. Namun nyawanya tidak tertolong.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, penggerebekan tersebut juga diwarnai dengan suara tembakan yang diduga dilepaskan aparat untuk membubarkan kerumunan. Hal ini disebut memicu kepanikan massal hingga peserta lari tunggang-langgang tanpa arah.
183 Unit Alsintan, Penerima Didominasi Desa Ulu Merah: Transparansi Pengadaan Dipertanyakan
Dalam operasi tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain ayam aduan, tas ayam, kurungan, perlengkapan arena (geber), serta beberapa sepeda motor milik peserta. Barang bukti tersebut dibawa menggunakan tiga unit kendaraan menuju Mapolsek Carenang.
Peristiwa ini menuai sorotan dari warga setempat. Mereka menyayangkan pelaksanaan penggerebekan yang dinilai kurang terkelola dengan baik hingga menimbulkan korban jiwa.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap serta prosedur pengamanan yang dilakukan dalam operasi tersebut.
(Tim Spirit Revolusi Provinsi Banten)




