Uncategorized

Bupati Fakfak Dorong Percepatan Investasi Migas Arguni–Blok Gaea, Cadangan Energi Capai Puluhan Triliun Rupiah

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak — Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat langkah percepatan investasi sektor minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Arguni dan Blok Gaea melalui rapat pembahasan dukungan pelaksanaan survei seismik yang digelar bersama masyarakat, pemerintah, raja raja,dprk,dewan adat dan lma dan pihak perusahaan, porkopinda, dan para opd dan distrik toko toko toko adat jumad 22 met 2026 di winder tuare

Dalam sambutannya, Bupati Fakfak samaun dahlan menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal seluruh proses investasi migas agar berjalan lancar sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat adat dan kampung-kampung terdampak.

Bupati menjelaskan, hasil pertemuan sebelumnya di Jakarta bersama masyarakat telah ditindaklanjuti melalui sejumlah program pembangunan senilai sekitar Rp2 miliar. Program tersebut meliputi pengadaan freezer, cold storage, pompa air tenaga surya, penampung air, bantuan jaring ikan, pembangunan gudang, talud penahan abrasi pantai, lampu jalan akses kuburan, hingga pembangunan drainase dan infrastruktur kampung.

“Semua aspirasi masyarakat yang disampaikan saat pertemuan di Jakarta sudah mulai kami tindaklanjuti. Pemerintah ingin masyarakat benar-benar merasakan dampak langsung dari investasi yang masuk,” ujar Bupati.

Selain program pemberdayaan masyarakat, Pemkab Fakfak juga memastikan tahapan investasi migas mulai bergerak. Disebutkan bahwa perusahaan terkait telah menandatangani kontrak kerja sama dengan pemerintah dan dijadwalkan mulai melakukan survei lapangan serta aktivitas seismik dalam waktu dekat.

Cadangan Migas Fakfak Dinilai Sangat Besar

Dalam paparannya, Bupati mengungkapkan bahwa potensi cadangan gas di wilayah Fakfak sangat besar dan diperkirakan melampaui sejumlah daerah penghasil migas lainnya di Papua Barat.

Ia menyebut, cadangan gas di Blok Gaea dan Gaea II diperkirakan mencapai puluhan triliun kaki kubik. Angka tersebut bahkan disebut jauh lebih besar dibanding cadangan migas di daerah lain yang selama ini telah dikenal sebagai wilayah industri energi.

“Potensi migas Fakfak luar biasa besar. Ini baru sebagian wilayah yang sudah terdata, sementara kita masih memiliki beberapa sumur lain yang masih dalam tahap kajian,” katanya.

Menurut Bupati, saat ini terdapat sedikitnya empat titik sumur migas yang tengah dipersiapkan untuk pengembangan lebih lanjut. Jika proses pemasangan rig dan infrastruktur pendukung berjalan sesuai rencana, maka produksi migas ditargetkan bisa dimulai pada 2027.

Apabila target itu tercapai, Fakfak akan resmi masuk sebagai daerah penghasil migas dan mulai memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) sektor energi pada 2028.

“Kalau produksi berjalan sesuai target, maka Fakfak akan menjadi daerah penghasil migas baru dan itu akan berdampak besar terhadap peningkatan pendapatan daerah,” tegasnya.

Pabrik Pupuk Dipastikan Tetap di Fakfak

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung rencana pembangunan pabrik pupuk yang sebelumnya sempat mengalami tarik-ulur lokasi pembangunan.

Ia menjelaskan, hasil kajian teknis terbaru menemukan adanya kandungan lumpur alam cukup besar di lokasi awal sehingga dinilai tidak layak untuk pembangunan industri pupuk berskala besar.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Fakfak tetap bersikeras agar proyek strategis nasional tersebut tidak dipindahkan ke daerah lain.

Bupati mengaku telah menyampaikan langsung kepada pemerintah pusat bahwa pembangunan pabrik pupuk harus tetap berada di wilayah Fakfak karena didukung oleh potensi cadangan gas yang besar dan menjadi bagian penting dari masa depan industrialisasi daerah.

“Kami tetap mempertahankan agar pabrik pupuk ini harus berada di Fakfak. Ini menyangkut masa depan daerah dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Rapat percepatan investasi migas tersebut menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Fakfak membuka ruang investasi energi sekaligus memastikan keterlibatan masyarakat adat dalam pembangunan sektor strategis.

(RIA)

Related Articles

Back to top button