MAHASISWA SOROTI KESEJAHTERAAN GURU HONORER DAN EVALUASI PELAKSANAAN MBG DI DAIRI
Transparansi Tanpa Tawar

Dairi, Sumatera Utara – Di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus berjalan di berbagai daerah, perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer kembali menjadi sorotan. Sejumlah kalangan menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan generasi unggul tidak hanya membutuhkan dukungan pemenuhan gizi, tetapi juga perhatian serius terhadap para pendidik yang menjadi ujung tombak proses belajar mengajar.
Mahasiswa asal Kabupaten Dairi, Arif Tumanger, menilai bahwa peran guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk kecerdasan, karakter, dan keterampilan generasi muda. Menurutnya, para guru, khususnya guru honorer, masih menghadapi berbagai tantangan terkait kesejahteraan dan kepastian status kepegawaian.
PASAL 21 PP 12/2017 DAN UJIAN RESPONS KEJAKSAAN NEGERI DAIRI TERHADAP LAPORAN MASYARAKAT
“Guru merupakan fondasi utama pendidikan. Mereka yang setiap hari mendampingi siswa, memberikan ilmu pengetahuan, serta menanamkan nilai-nilai karakter. Karena itu, kesejahteraan guru perlu menjadi perhatian serius,” ujar Arif kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).
Menurut Arif, berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia patut diapresiasi, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi peserta didik. Namun, ia berharap pelaksanaan program tersebut terus dievaluasi agar berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia juga mendorong agar seluruh pihak terkait melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan MBG di lapangan, termasuk aspek koordinasi, standar pelayanan, serta keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
“Program yang baik harus didukung dengan pelaksanaan yang baik pula. Evaluasi diperlukan agar setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera diperbaiki demi tercapainya tujuan program,” katanya.
Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa pendidikan dan pemenuhan gizi seharusnya tidak dipertentangkan. Keduanya merupakan faktor penting yang saling melengkapi dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
BACA : MUNTE BUKTIKAN KUALITAS KEPEMIMPINAN LEWAT AMANAH PERPAMSI SUMUT
Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap nasib guru honorer yang selama ini masih memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kepastian status kerja.
“Kita tentu mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas generasi bangsa. Namun di saat yang sama, kesejahteraan guru juga harus menjadi prioritas karena mereka memiliki peran besar dalam membentuk masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Arif berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat terus memperkuat sektor pendidikan melalui peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik, sehingga cita-cita mewujudkan generasi unggul Indonesia dapat tercapai secara optimal.
Pewarta: Jembri Padang



