Pupuk Kaltim Resmi Mulai Tahap Implementasi di Fakfak, Samaun Dahlan: Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal dan Perkuat Ekonomi Daerah
Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID, FAKFAK – Kabupaten Fakfak memasuki babak baru dalam pengembangan sektor industri. Pemerintah Kabupaten Fakfak memastikan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) resmi memulai tahapan lanjutan investasi dengan menghadirkan tim teknis bersama para konsultan untuk melakukan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan pembangunan proyek strategis di daerah tersebut, Senin (7/7/2026).
Kepastian itu disampaikan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, usai menerima rombongan Pupuk Kaltim dalam pertemuan resmi yang digelar pada sore hari. Menurutnya, kehadiran perusahaan pelat merah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa investasi strategis yang telah lama direncanakan kini memasuki tahap implementasi.
“Hari ini Pupuk Kaltim secara resmi datang dan menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa mereka mulai masuk ke Kabupaten Fakfak untuk melanjutkan proses perencanaan. Sebelumnya mereka telah melakukan survei awal, dan sekarang sudah datang bersama tim konsultan untuk bekerja langsung di lapangan,” ujar Samaun Dahlan.
Bupati menjelaskan, lebih dari 20 orang yang terdiri dari tim Pupuk Kaltim dan konsultan menghadiri pertemuan tersebut sebelum melaksanakan survei teknis di lapangan mulai keesokan harinya.
Ia mengungkapkan, terdapat tiga agenda utama yang akan dilaksanakan selama tiga bulan ke depan.
Pertama, tim akan melakukan kajian lanjutan dan survei teknis secara menyeluruh melalui jalur darat maupun laut sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan pelabuhan, kawasan pabrik, kantor operasional, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Kedua, Pupuk Kaltim mulai menyiapkan program pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan, agar masyarakat lokal dapat merasakan manfaat langsung dari investasi tersebut.
Ketiga, perusahaan akan menjalankan program vokasi dengan membuka kesempatan bagi sekitar 25 putra-putri asli Fakfak untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai persiapan memenuhi kebutuhan tenaga kerja ketika proyek mulai beroperasi.
“Program pendidikan ini merupakan bentuk afirmasi bagi anak-anak asli daerah agar nantinya memiliki kompetensi dan siap bekerja ketika industri mulai beroperasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Samaun Dahlan juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak akan mengawal proses rekrutmen tenaga kerja agar masyarakat lokal memperoleh prioritas utama.
Ia mengaku telah meminta kepada manajemen Pupuk Kaltim agar seluruh kebutuhan tenaga kerja nantinya disampaikan terlebih dahulu kepada pemerintah daerah.
“Saya sudah sampaikan kepada Pupuk Kaltim, apabila nanti perusahaan membutuhkan misalnya 200 tenaga kerja, permintaannya disampaikan kepada pemerintah daerah. Kami akan mengirimkan calon tenaga kerja untuk diseleksi. Kalau yang lulus baru 100 orang, kami akan kirim lagi sampai kuota terpenuhi. Dengan cara itu kesempatan kerja benar-benar diprioritaskan bagi masyarakat Fakfak,” tegasnya.
Menurutnya, mekanisme tersebut juga menjadi langkah antisipatif agar masyarakat Fakfak tidak tersisih ketika investasi besar mulai berjalan dan arus pencari kerja dari luar daerah meningkat.
“Kita tidak ingin ketika investasi masuk justru masyarakat lokal hanya menjadi penonton. Tujuan utama investasi ini adalah mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Fakfak,” katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai peluang tenaga kerja dari daerah lain, termasuk Kabupaten Teluk Bintuni, Bupati menegaskan bahwa prioritas utama tetap diberikan kepada masyarakat Fakfak.
Meski demikian, ia menilai hubungan antardaerah di Papua tetap harus dijaga karena banyak masyarakat Fakfak yang juga bekerja di berbagai daerah lainnya.
“Yang kita prioritaskan tentu masyarakat Fakfak. Soal daerah tetangga nanti akan kita lihat sesuai kebutuhan. Tetapi yang jelas, kita ingin kesempatan pertama diberikan kepada masyarakat kita sendiri,” ujarnya.
Selain perkembangan proyek Pupuk Kaltim, Bupati juga memaparkan progres sejumlah investasi strategis lainnya di Kabupaten Fakfak.
Ia menyebutkan, investasi perkebunan kelapa sawit di wilayah Tomage telah memasuki tahapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mempercepat penyelesaian seluruh aspek administrasi, termasuk persoalan lahan dan perizinan proyek Pupuk Kaltim sepanjang tahun 2026.
Pemerintah menargetkan seluruh proses administrasi rampung pada tahun ini sehingga pembangunan fisik atau konstruksi dapat dimulai pada 2027.
“Kita ingin seluruh administrasi selesai tahun 2026. Tahun 2027 sudah masuk tahap konstruksi sehingga investasi ini benar-benar berjalan dan manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Fakfak optimistis kehadiran Pupuk Kaltim akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Selain membuka lapangan kerja, investasi tersebut juga diharapkan menciptakan peluang usaha baru, memperkuat sektor pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(Ria)




