Reses di Werba Utara, Wakil Ketua DPRK Abdul Rahman Dorong Pertanian Jadi Tulang Punggung MBG: “Petani Harus Naik Kelas”
Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID, FAKFAK – Wakil Ketua DPRK Kabupaten Fakfak, Abdul Rahman, S.P., memanfaatkan agenda Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026 untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat Kampung Werba Utara, Distrik Fakfak Barat, Selasa (7/7/2026).
Bertempat di Balai Kampung Werba Utara, berbagai persoalan strategis disampaikan warga, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penguatan sektor pertanian yang dinilai memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat.
Dalam dialog bersama warga, Abdul Rahman menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkan melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak agar dapat diakomodasi dalam program pembangunan daerah.
“Semua kebutuhan masyarakat akan kita dorong sesuai kewenangan pemerintah daerah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan jalan lingkungan maupun penyediaan lampu penerangan jalan yang masih dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai sektor pertanian harus menjadi prioritas utama karena Kampung Werba Utara memiliki potensi lahan yang subur dan relatif datar, sehingga sangat layak dikembangkan sebagai salah satu sentra produksi pangan di Kabupaten Fakfak.
“Werba Utara identik dengan masyarakat petani. Potensi lahannya sangat baik sehingga harus benar-benar dikembangkan menjadi kawasan pertanian yang produktif,” katanya.
Menurut Abdul Rahman, peningkatan produksi pertanian tidak cukup hanya melalui penyediaan lahan maupun bibit. Yang lebih penting adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani melalui pendampingan dan penyuluhan secara berkelanjutan.
Karena itu, ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, khususnya Dinas Pertanian, mengoptimalkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar lebih aktif mendampingi masyarakat.
“Kita sudah memiliki Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di setiap distrik. Karena itu saya berharap para penyuluh lebih aktif turun ke lapangan mendampingi petani agar mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan bertani yang lebih baik,” tegasnya.
Ia menilai masih banyak petani yang membutuhkan pendampingan mengenai teknik budidaya modern, pengelolaan lahan, hingga upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Abdul Rahman juga melihat peluang besar bagi petani Werba Utara dengan segera beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kebutuhan bahan pangan seperti sayur-mayur, hasil kebun, dan komoditas pertanian lainnya seharusnya dipasok langsung oleh petani lokal agar manfaat ekonomi program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat Fakfak.
“Harapan kita, kebutuhan sayur-mayur untuk SPPG nantinya dapat dipenuhi oleh petani Werba Utara. Ini peluang besar yang harus dipersiapkan mulai sekarang,” ujarnya.
Selain memberdayakan petani, Abdul Rahman juga mendorong keterlibatan kelompok perempuan dalam mendukung rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai kaum ibu dapat mengembangkan usaha katering, produk olahan pangan, maupun berbagai usaha berbasis hasil pertanian lokal untuk memenuhi kebutuhan SPPG.
Di sisi lain, ia berharap Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) dapat mengambil peran strategis sebagai penghubung antara petani dan pasar.
Menurutnya, Bumkam dapat menjadi pusat penampungan hasil panen masyarakat sekaligus mitra resmi dalam memasok kebutuhan pangan bagi SPPG.
“Kalau Bumkam sudah siap menampung hasil pertanian masyarakat, saya siap memfasilitasi pertemuan dan kerja sama dengan SPPG. Dengan begitu petani memiliki pasar yang jelas dan hasil panen mereka lebih bernilai,” ungkapnya.
Abdul Rahman menegaskan, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari pelayanan gizi kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani, pelaku UMKM, kelompok perempuan, hingga Bumkam.
(Ria)




