Uncategorized

KARHUTLA BOMBERAY KEMBALI MENGGANAS! Dandim 1803/Fakfak: Sinergi Pemerintah, Aparat, dan Masyarakat Jadi Kunci Cegah Bencana Meluas

Transparansi Tanpa Tawar

SpiritRevolusi.id | Fakfak – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menghantui Kabupaten Fakfak. Setelah kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya, api kembali muncul di wilayah Kampung Mekarsari, Distrik Bomberay, Selasa (28/7/2026), diduga dipicu bara api yang masih tersisa dan kembali menyala akibat cuaca panas serta tiupan angin yang cukup kencang.

Merespons laporan masyarakat, personel Koramil 1803-05/Bomberay bersama personel Polsek Bomberay bergerak cepat menuju lokasi. Dengan dukungan masyarakat setempat, aparat gabungan langsung melakukan pemadaman sekaligus membangun sekat agar kobaran api tidak merembet ke kawasan permukiman warga.

Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh personel di lapangan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran susulan.

> “Seluruh personel di lapangan terus berupaya memadamkan api sekaligus memastikan bara yang masih tersisa benar-benar padam agar kebakaran tidak kembali meluas,” tegas Dandim.

Menurutnya, operasi pemadaman menghadapi tantangan yang tidak ringan. Lahan yang kering dan mudah terbakar, keterbatasan sumber air, serta medan yang sulit dijangkau menjadi hambatan utama dalam upaya pengendalian api. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat personel TNI, Polri, dan masyarakat yang terus berjibaku memadamkan titik-titik api.

Selain berfokus pada pemadaman, aparat gabungan juga melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala. Masyarakat juga diberikan edukasi dan imbauan agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Dampak Karhutla tidak hanya menghanguskan vegetasi dan lahan, tetapi juga mulai menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Asap pekat berpotensi menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan.

Melihat kondisi tersebut, Dandim menilai penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan langkah terpadu dan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, hingga seluruh elemen masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan berupa penambahan personel, penyediaan sarana dan prasarana pemadaman yang memadai, serta penguatan langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Di akhir keterangannya, Dandim mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak untuk menjadi bagian dari solusi dalam mencegah Karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api sekecil apa pun.

> “Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama agar Karhutla dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun keselamatan warga,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Karhutla bukan sekadar bencana lingkungan, tetapi juga ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat, kesehatan publik, dan keberlanjutan ekosistem. Kecepatan respons aparat yang didukung partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu mencegah meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

(Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button