NEWS

Pengecoran Jalan di Kawasan Drangong Diduga Banyak Pelanggaran, Hasil Cor Beton Retak Disorot Warga

Transparansi Tanpa Tawar

*KOTA SERANG* – Proses pengecoran beton jalan di kawasan Drangong, Kota Serang disorot warga. Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu 13/08/2026, *hasil cor beton sudah retak di beberapa titik* padahal pekerjaan belum lama selesai. Selain itu diduga ada sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.

Hasil Cor Retak di Beberapa Titik
Pantauan media _Spirit Revolusi_ menemukan retakan memanjang dan retakan rambut pada permukaan beton. Retakan terlihat pada badan jalan yang baru dicor, terutama di sambungan antar panel.
Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin melebar saat dilalui kendaraan berat dan saat musim hujan tiba. Warga menilai mutu pekerjaan belum memenuhi standar teknis.

BACA : 81 TAHUN MERDEKA, BENDERA MERAH PUTIH HILANG DAN DIDUGA DIBAKAR: ADA APA?

RW 06 Laporkan Kerusakan Fasilitas Umum
Pak Afis, selaku RW 06 di lokasi, mengaku kecewa dengan pelaksanaan proyek tersebut.

“Ada bangunan Posyandu yang tergaruk becko. Sampai sekarang tidak ada penanggung jawabnya,” ungkap Pak Afis kepada awak media.

Menurutnya, sejak awal pengerjaan tidak ada Papan Informasi Proyek / PIP maupun informasi publik lainnya.

“Babinsa dan Kantibnas sempat datang ke sini menanyakan pengerjaan proyek yang dinilai berantakan, sampai merusak bangunan Posyandu,” tambahnya.

Pelaksana Sulit Dikonfirmasi
Saat dikonfirmasi, Dodi selaku pelaksana/penanggung jawab proyek tidak dapat dihubungi dan sering tidak berada di lokasi.

“Pak Dodi sering tidak ada di lokasi dan seperti menghindar,” ujar Pak RW Afis.

Pantauan media _Spirit Revolusi_ di lokasi, Dodi sempat ditemui namun justru mengarahkan ke pihak lain.
“Tanya saja ke Pak Bob dari PU PR. Beliau yang bertanggung jawab,” ujar Dodi sambil bergegas meninggalkan lokasi.

BACA : KEMENAG DAIRI DAN DINKES PERKUAT SINERGI TUNTASKAN PELAKSANAAN BIAS DI MADRASAH 

Temuan Teknis di Lapangan
Selain retak, tim media juga menemukan besi dowel tidak terikat sehingga posisinya bergeser saat proses pengecoran berlangsung. Dowel yang bergeser berpotensi menyebabkan jalan cepat ambles dan retak.
Tidak adanya pengawasan ketat di lapangan juga menjadi sorotan warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PU PR Kota Serang terkait identitas kontraktor, nilai kontrak, dan standar teknis pengerjaan di kawasan Drangong.

KWRI DPC Kota Serang mendesak agar proyek segera dievaluasi, dilakukan uji mutu beton, PIP dipasang, dan pihak pelaksana bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum.

(Kabiro Kota Serang)

Related Articles

Back to top button