TIGA KALI SAMBANG KANTOR DESA PEGAGAN JULU X — KADES TAK PERNAH ADA DI TEMPAT PADA JAM KERJA, UPAYA KONFIRMASI SELALU TERHAMBAT
Transparansi Tanpa Tawar

SUMBUL — Kabupaten Dairi — Upaya tim Spirit Revolusi untuk melakukan konfirmasi dan memperoleh penjelasan resmi terkait pengelolaan anggaran di Desa Pegagan Julu X, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, menemui jalan buntu. Tim telah melakukan kunjungan ke kantor kepala desa sebanyak tiga kali, namun hingga saat ini belum pernah bertemu langsung dengan Kepala Desa. Setiap kali kunjungan dilakukan, waktu masih berada dalam jam operasional kantor, tepatnya pukul 11.00 WIB.
Tiga Kali Kunjungan, Selalu Tak Dapat Dikonfirmasi
Berbagai upaya telah dilakukan untuk menemui Kepala Desa Pegagan Julu X guna menyampaikan pertanyaan serta meminta konfirmasi langsung mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran desa. Namun dalam tiga kali kunjungan yang dilakukan ke kantor desa, keberadaan Kades tidak pernah ditemukan. Yang paling disoroti, ketiga kunjungan tersebut dilakukan pada pukul 11.00 WIB — waktu yang jelas masih berada dalam jam kerja resmi pemerintahan desa. Seharusnya pada jam tersebut, aparatur pemerintah desa termasuk Kepala Desa sedang berada di kantor untuk melayani masyarakat dan menjalankan tugas kedinasan.
BACA : Ribuan Pendukung No urut 01 Adi Sumardi Calon Kades Sukakarya Diluar Dugaan
Kami datang bukan untuk mencari masalah, melainkan untuk melakukan konfirmasi langsung agar pemberitaan tetap akurat dan berimbang. Sudah tiga kali kami datang di jam kerja, tapi tidak pernah bertemu. Ini bukan soal kebetulan, ini soal keterbukaan dan tanggung jawab jabatan, ungkap perwakilan tim Spirit Revolusi.
Ketiadaan Kades di Jam Kerja Picu Pertanyaan Masyarakat
Ketiadaan Kepala Desa di kantor pada jam kerja secara berulang-ulang ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Bagaimana masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, memperoleh pelayanan, maupun mengetahui penggunaan anggaran desa jika pemimpinnya justru tidak berada di tempat tugas pada waktu yang seharusnya? Upaya konfirmasi yang dilakukan pun belum mendapatkan tanggapan yang memadai. Padahal keterbukaan dan komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat adalah dasar dari kepercayaan publik. Keterbukaan bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan sikap yang wajib ditunjukkan oleh setiap penyelenggara pemerintahan.
Jika Kades saja tidak bisa ditemui di kantor pada jam kerjanya sendiri, bagaimana warga berharap transparansi dan akuntabilitas anggaran benar-benar dijalankan? Ke mana perginya anggaran, bagaimana realisasinya, semuanya menjadi pertanyaan besar jika pemimpinnya tidak mau memberikan konfirmasi, tambah perwakilan media.
Diharapkan Segera Hadir dan Memberikan Konfirmasi
Ketidakhadiran Kepala Desa tidak akan menghentikan upaya untuk memperoleh kejelasan mengenai pengelolaan anggaran desa. Justru sebaliknya, ketidaksediaan bertemu di jam kerja semakin memicu pertanyaan baru mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Tim Spirit Revolusi tetap membuka ruang bagi Kepala Desa Pegagan Julu X untuk memberikan penjelasan maupun konfirmasi resmi terkait hal-hal yang menjadi pertanyaan masyarakat. Tidak ada niat lain selain memastikan setiap rupiah anggaran desa dikelola dengan benar dan bermanfaat bagi seluruh warga.
Diharapkan ke depannya, Kepala Desa Pegagan Julu X dapat lebih aktif hadir di kantor pada jam kerja, membuka diri terhadap pertanyaan masyarakat, dan memberikan konfirmasi yang diperlukan. Keterbukaan dan kehadiran yang nyata di tengah masyarakat adalah modal utama kepercayaan antara pemerintah desa dan warganya. Menghindar bisa menunda, tapi tidak bisa menghapus kewajiban untuk menjelaskan pengelolaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.
Pewarta : Radja Boangmanalu




