Bukan Sekadar Nonton Film, Unpad Ajak Siswa Bomberay Menyalakan Mimpi Lewat Laskar Pelangi

SpiritRevolusi.id | FAKFAK, 6 Oktober 2026 — Semangat belajar dan keberanian untuk bermimpi terus ditanamkan kepada para siswa di daerah terpencil. Mahasiswa dan alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) mengajak siswa MAS Al-Hidayah Bomberay, Kabupaten Fakfak, merefleksikan arti pendidikan, keterbatasan, perjuangan, dan cita-cita melalui pemutaran film Laskar Pelangi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 Oktober 2026 tersebut bukan sekadar agenda menonton bersama. Film Laskar Pelangi dijadikan sebagai media literasi inspiratif sekaligus pemantik refleksi bagi siswa agar mampu melihat keterbatasan bukan sebagai penghalang untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui asistensi mengajar Unpad di MAS Al-Hidayah Bomberay, yang diketuai Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si.
Lima mahasiswa dan alumni Unpad yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Sarach Diba Hidayat, Raja Bani Yudanegara, Adista Nurfadillah, Denis Setia Prismayana, dan Miryam Elizabeth Rambe.
Film Menjadi Ruang Refleksi Pendidikan
Usai pemutaran film, para siswa tidak hanya diajak menikmati cerita, tetapi juga diminta menuliskan refleksi melalui tiga pertanyaan mengenai hal-hal yang mereka syukuri dari sekolah, cara mempertahankan semangat belajar ketika fasilitas terbatas, serta peluang anak-anak dari daerah terpencil untuk meraih kesuksesan.
Dari refleksi tersebut, para siswa mengungkapkan rasa syukur karena masih dapat bersekolah, belajar bersama teman, dan mendapatkan pendampingan dari guru meskipun kondisi fasilitas sekolah masih terbatas.
Sejumlah siswa juga menyampaikan pentingnya mencari alternatif cara belajar serta memanfaatkan teknologi ketika sarana pendidikan belum sepenuhnya memadai.
Keterbatasan Bukan Alasan Berhenti Bermimpi
Kepala MAS Al-Hidayah Bomberay, Darmiati, S.Pd.I, menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi dan pengalaman para siswa yang menjalani proses pendidikan dalam berbagai keterbatasan.
«“Kegiatan ini memberikan motivasi dan juga pembelajaran. Ada pembelajaran terkait daerah terpencil dengan keterbatasan yang ada. Pendidikan tetap bisa maju,” ujar Darmiati.»
Ia berharap para siswa tidak berhenti berusaha untuk menggapai cita-cita hanya karena menghadapi keterbatasan. Darmiati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa Unpad atas ilmu serta pengalaman yang dibagikan kepada para siswa.
Ia berharap komunikasi dan hubungan baik tersebut dapat terus terjalin meskipun kegiatan asistensi mengajar telah selesai.
Dari Bomberay, Pesan Optimisme Siswa Menggema
Semangat untuk bermimpi juga terlihat dari jawaban para siswa. Salah satunya disampaikan Fiana Ulfa, siswi kelas XI.
«“Tentu saja bisa, semua orang boleh bermimpi, semua boleh bercita-cita selama ia ingin berusaha.”»
Pernyataan tersebut memperlihatkan optimisme siswa bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi tempat seseorang bersekolah. Mimpi, usaha, kemauan belajar, dan kegigihan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih masa depan.
Diselingi Sosialisasi Kesehatan
Selain kegiatan literasi melalui film, agenda tersebut turut dihadiri Radhi Abimanyu Yudhawirawan, Fuji Lestari, dan Nabila Lutvia Tanjung.
Ketiganya pada kesempatan yang sama memberikan sosialisasi kepada siswa madrasah aliyah untuk datang ke posyandu. Sosialisasi tersebut berkaitan dengan program kerja Tim Ekspedisi Patriot yang diketuai dr. Dani Ferdian, M.K.M., Sp.KKLP., Subsp. COPC.
Literasi, Pendidikan, dan Daya Juang
Kegiatan di MAS Al-Hidayah Bomberay memperlihatkan bahwa literasi tidak selalu harus berlangsung melalui buku. Film, diskusi, dan refleksi juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk melihat kembali pengalaman mereka sendiri serta membangun keberanian untuk memiliki cita-cita.
Melalui pendekatan berbasis film dan refleksi tertulis, para siswa diajak menghubungkan pesan Laskar Pelangi dengan realitas pendidikan yang mereka jalani.
(RIa)



