
Karawang – Jalan desa perbatasan penghubung desa Wanajaya dan desa Wanakerta, kampung Cibuntu, kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, pengerukan dan pengerasannya menggunakan batu kapur telah di kerjakan 5 tahun yang lalu.
Akibat tidak adanya kelanjutan dan perhatian dari pemerintah daerah Karawang, kondisi jalan saat ini sudah menjadi semakin belukar menjadi jalan setapak.
Selama 5 tahun dalam setiap tahunnya kami pemerintahan desa Wanajaya dan desa Wanakerta selalu mengajukan pengerasan cor jalan desa tersebut di dalam Musrenbang kecamatan Telukjambe Barat, kata Emin Saepudin, kepala desa (kades) Wanajaya kepada awak media, Kamis 02 Juli 2026.
“Jalan desa di Cibuntu merupakan jalan perbatasan milik 2 desa, penghubung desa Wanakerta dan desa Wanajaya. Jalan poros desa penghubung jalan raya Badami – Loji menuju dan jalan menuju kawasan industri”.
Panjang 450 meter dengan lebar 4 meter di kampung Cibuntu akses dua desa dan penghubung kawasan industri dan jalan Badami – Loji, yang di biarkan mangkrak selama 5 tahun tersebut kondisi saat ini sudah menjadi jalan setapak, karena semak belukar. ujarnya.
Kades menyatakan, jalan poros desa tersebut di bagi dua desa di antaranya panjang 250 meter lebar 4 meter masuk wilayah desa Wanajaya dan jalan separuhnya lagi masuk masuk wilayah desa Wanakerta.
Dari 450 meter jalan tersebut, selama 5 tahun baru terlaksana pengerasan cor jalan baru di kerjakan sepanjang 66 meter dengan lebar 4 meter. Selebihnya jadi jalan setapak, padahal 5 tahun yang lalu pengerasan menggunakan batu kapur sudah tuntas, tandasnya.
Kami berharap pemerintah daerah segera menuntaskan pengecoran jalan poros desa tersebut, mengingat kawasan industri di wilayah Telukjambe Barat sudah banyak yang beroperasi , begitu juga dalam tahap pembangunan.
Ini akan sangat berpengaruh terhadap perputaran perekonomian di wilayah kami, Karawang Selatan. Selain itu tingkat kepadatan kendaraan yang lalu lalang saat ini masih menggunakan jalan alternatif, jalan kampung di atas lahan milik warga, pungkasnya. (ryo bewok).




