Sepi dan Terlupakan, Pedagang Minuman di Lantai 2 Pasar Bertahan dengan Omzet Rp10 Ribu per Hari
Transparansi Tanpa Tawar

Fakfak, spiritrevolusi.id– Kondisi memprihatinkan dialami para pedagang kecil di lantai 2 Pasar Fakfak. Salah satunya dialami seorang pedagang minuman bernama Ibu Waramu, pemilik los nomor 152, yang hingga kini masih bertahan berjualan meski penghasilan harian sangat minim.
Kepada media, Ibu Waramu mengaku selama berjualan di lantai 2, pemasukan yang diperoleh berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per hari, dan bahkan belum pernah mencapai Rp100 ribu. Hal tersebut disebabkan minimnya pengunjung yang naik ke lantai 2 pasar.
“Kadang tidak ada pembeli sama sekali, paling satu dua orang saja. Tapi saya tetap bertahan karena tidak punya pekerjaan lain,” ungkapnya dengan nada lirih.
Pantauan langsung dari media.com di lokasi, Selasa (10 Februari 2026), membenarkan kondisi tersebut. Suasana lantai 2 pasar tampak sangat sepi, sunyi, dan nyaris tidak ada aktivitas jual beli. Los-los terlihat kosong, hanya satu dua pedagang yang masih bertahan membuka dagangan.
Pemandangan ini menimbulkan rasa sedih dan keprihatinan, mengingat fasilitas los telah disediakan namun tidak dimanfaatkan secara maksimal. Ironisnya, banyak los di lantai 2 dibiarkan kosong, sementara sebagian besar pedagang justru bertumpuk berjualan di lantai bawah, bahkan hingga berjualan di luar area pasar.
Pertanyaan pun muncul dari kondisi ini: mengapa los yang tersedia tidak digunakan, sementara pedagang memilih berjualan di luar atau di lantai bawah?
Sementara itu, hasil pantauan media menunjukkan bahwa lantai 3 dan lantai 4 pasar justru terpantau cukup ramai, dengan aktivitas jual beli yang masih berjalan normal. Hal ini mempertegas adanya ketimpangan distribusi pedagang dan pengunjung antar lantai pasar.
Kondisi ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pengelola pasar, agar dilakukan evaluasi menyeluruh terkait penataan pedagang, pemanfaatan los, serta upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di lantai 2 pasar demi keberlangsungan hidup para pedagang kecil seperti Ibu Waramu.
(Ria)




