SPBU Simpang Bandar 14.213.228 Disorot, Diduga Layani Mafia Bio Solar “Pertamina Harus Segera Ambil Tindakan”
Transparansi Tanpa Tawar

Batu Bara, Spiritrevolusi.id – SPBU Simpang Bandar bernomor 14.213.228 di Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menjadi sorotan serius para wartawan dan masyarakat. SPBU tersebut diduga kuat melayani pengisian Bio Solar kepada pihak tertentu pada malam hingga subuh, yang kemudian disinyalir diperjualbelikan kembali secara ilegal.
Keresahan ini muncul karena masyarakat kerap tidak mendapatkan Bio Solar pada siang hari. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, justru pada tengah malam hingga subuh, BBM subsidi tersebut diduga tersedia dan dilayani kepada kendaraan tertentu yang dicurigai sebagai bagian dari jaringan mafia solar.
Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan SPBU tersebut.

“Kami sudah sangat muak. Siang hari selalu kosong, tapi malam hari justru ada. Bahkan kasus ini sering viral di media sosial seperti Facebook, namun seolah tidak ada tindakan tegas dari pihak Pertamina Sumatera Utara,” ujarnya.
Warga juga menyebutkan adanya mobil box yang diduga rutin mengisi Bio Solar di lokasi tersebut. Jika sebelumnya menggunakan mobil box kuning, kini disebut berganti menggunakan mobil box putih yang diduga membawa BBM tersebut ke wilayah Belawan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, wartawan melakukan pemantauan langsung di lokasi pada Kamis (26/2/2026) mulai pukul 01:00 WIB hingga dini hari. Sekitar pukul 03.58 WIB, terlihat satu unit mobil box putih dengan nomor polisi B 9075 FYW melakukan pengisian Bio Solar di SPBU tersebut.
Ketika kendaraan yang di kendarai wartawan berhenti di depan SPBU Simpang Bandar untuk mengambil dokumentasi, kendaraan itu langsung melaju dengan cepat meninggalkan lokasi, sehingga memicu kecurigaan.
Wartawan kemudian melakukan penelusuran. Kendaraan tersebut bergerak menuju arah Indrapura, sempat masuk ke gerbang tol Indrapura, kemudian keluar kembali dan melanjutkan perjalanan menuju Inderapura, bahkan sampai ke Sukaraja, Tepat Di SPBU Sukaraja mobil tersebut juga langsung memutar arah kembali melaju ke arah Inderapura lalu lanjut dengan laju menuju arah Tebing Tinggi sebelum akhirnya berbelok ke kawasan Simpang Bandar Tinggi.
Berdasarkan keterangan masyarakat sekitar, dugaan praktik ini disebut telah berlangsung cukup lama.
“Kami menduga SPBU ini seperti memiliki beking, sehingga bebas beroperasi tanpa tindakan tegas,” ungkap warga lainnya.
Kasus ini memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan distribusi BBM subsidi, khususnya Bio Solar yang diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor tertentu yang berhak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU Simpang Bandar 14.213.228 maupun pihak Pertamina Region Sumatera Utara belum memberikan klarifikasi resmi. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan pihak terkait segera melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi tersebut.
(Tim)




