Reuni Halal Bihalal Jadi Momentum Evaluasi dan Persatuan, Wabup Ajak “Santun Membara” Kawal Kinerja Pemerintah
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak, 13 April 2026 Papua Barat — 2026 Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal keluarga besar Santun Membara yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Fakfak. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan penguatan komitmen bersama dalam membangun daerah.
Mengawali sambutannya, ia menyampaikan rasa hormat kepada seluruh tamu undangan, panitia, serta keluarga besar Santun Membara yang dinilai tetap solid pasca perhelatan Pilkada. Ia mengapresiasi kerja keras panitia yang mampu menghadirkan kembali semangat kebersamaan dalam sebuah “reuni besar” yang sarat makna.
“Bagi saya, hari ini adalah reuni. Kita datang untuk kembali menyatukan hati, mempererat silaturahmi, dan mengenang perjalanan yang telah kita lalui bersama,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menyoroti eksistensi keluarga besar Santun Membara yang tetap terjaga meski kontestasi politik telah usai. Ia menyebut, hal ini menjadi kekuatan moral yang penting dalam mendukung jalannya pemerintahan saat ini.
“Biasanya setelah Pilkada selesai, semua bubar. Tapi Santun Membara tetap ada. Ini luar biasa, dan ini adalah tanggung jawab bersama untuk terus mendukung kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati,” tegasnya.
Dalam suasana Halal Bihalal, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk membersihkan hati dan pikiran dari segala perbedaan yang sempat terjadi. Ia mengakui bahwa dalam perjalanan pemerintahan, kritik dan dinamika adalah hal yang wajar, bahkan menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki diri.
“Kalau masih ada yang mengkritik atau bahkan ‘menusuk dari belakang’, tidak apa-apa. Itu bagian dari evaluasi. Yang penting kita tetap fokus bekerja dan memperbaiki diri,” katanya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan pentingnya peran masyarakat, khususnya keluarga besar Santun Membara, sebagai pihak terdekat yang dapat memberikan masukan langsung terhadap kinerja pemerintah. Ia bahkan membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari aparatur pemerintah.
“Kalau ada kepala dinas atau pejabat yang tidak melayani dengan baik, sampaikan langsung kepada saya. Jangan bicara di luar. Kita ingin pelayanan publik benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung sejumlah program prioritas pemerintah daerah, seperti pendidikan dan kesehatan gratis, serta bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya, program-program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu, tetapi untuk seluruh masyarakat Fakfak tanpa terkecuali.
“Program ini bukan hanya untuk satu kelompok. Semua masyarakat berhak merasakan. Kita ingin membantu keluarga yang kesulitan, yang anak-anaknya sekolah, yang butuh perhatian,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mengakui bahwa pemerintahan saat ini masih dalam tahap awal dan terus berproses. Ia menyebut tahun sebelumnya sebagai masa transisi, sementara tahun ini menjadi awal perencanaan dan implementasi program secara lebih matang.
“Kita masih dalam tahap membangun. Tahun kemarin kita ibaratnya uji coba, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Masih ada banyak program yang akan kita jalankan ke depan,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan menjaga kekompakan dalam membangun Fakfak yang lebih baik. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.
“Mari kita bersatu, bergandengan tangan, dan bersama-sama membangun Fakfak. Dengan kebersamaan, kita pasti bisa mewujudkan perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.
Acara Halal Bihalal tersebut menjadi simbol kuat bahwa semangat persatuan dan gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi fondasi penting dalam mendukung arah pembangunan daerah ke depan.
(Ria)




