NEWS

Jangan Biarkan Anak Dibesarkan HP!” Kepala Distrik Karas Puji Pesan Bunda PAUD dan Dorong Kebangkitan Kampung

Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID, KARAS – Kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, ke Distrik Karas tidak hanya menjadi momentum penamatan dan pelepasan anak-anak PAUD menuju jenjang Sekolah Dasar. Kehadiran sosok yang dikenal sebagai penggerak pendidikan anak usia dini itu juga membangkitkan semangat baru bagi masyarakat pesisir di wilayah tersebut.

Kepala Distrik Karas mengungkapkan antusiasme masyarakat begitu besar sejak kedatangan Bunda PAUD. Menurutnya, masyarakat tidak memandang kehadiran Bunda PAUD semata sebagai kunjungan pejabat daerah, melainkan sebagai figur seorang ibu yang membawa perhatian, kasih sayang, dan harapan bagi masa depan anak-anak Karas.

“Respon masyarakat sangat luar biasa. Mama datang sebagai figur orang tua bagi kami semua. Orang tua di kampung merasa diperhatikan dan dihargai. Kehadiran beliau memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat, terutama bagi para orang tua dan anak-anak,” ujarnya.

Salah satu pesan yang paling membekas di hati masyarakat adalah ajakan agar anak-anak tidak terlalu dini diperkenalkan dengan telepon genggam atau gadget.

Menurut Kepala Distrik Karas, pesan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika banyak anak mulai kehilangan minat belajar akibat terlalu sering menggunakan ponsel.

“HP bukan berarti tidak boleh diberikan, tetapi harus pada waktunya dan sesuai usia anak. Anak-anak kita masih memiliki pikiran yang bersih dan harus dibentuk dengan nilai-nilai akhlak yang baik. Jika sejak kecil mereka terlalu terbiasa dengan HP, maka akan sulit dikendalikan karena banyak hal yang sebenarnya belum perlu mereka lihat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan gadget tanpa pengawasan dapat mengurangi semangat belajar anak dan menghambat perkembangan mereka dalam menyerap ilmu dari guru maupun lingkungan sekitar.

“PAUD adalah dasar dari semuanya. Di sanalah karakter, akhlak, dan semangat belajar anak mulai dibentuk,” katanya.

Kepala Distrik Karas juga mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir meskipun kegiatan tersebut bukan merupakan agenda besar tingkat distrik.

Hanya melalui informasi sederhana yang disampaikan kepada warga, masyarakat dari berbagai kampung langsung berdatangan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Masyarakat hadir dengan sukarela karena mereka merasa tersentuh hanya karena mama datang untuk bersilaturahmi. Apalagi jika kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin dan terjadwal, tentu manfaatnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Distrik Karas siap mendukung penuh berbagai program Bunda PAUD dan TP PKK Kabupaten Fakfak, termasuk penguatan kelembagaan PKK hingga tingkat kampung serta pengembangan pendidikan anak usia dini.

Komitmen tersebut, katanya, telah ditunjukkan melalui pendampingan dan dukungan terhadap pembentukan organisasi PKK di seluruh kampung di wilayah Distrik Karas.

“Kami ingin ibu-ibu di kampung juga maju. Bukan hanya dalam pendidikan anak, tetapi juga dalam bidang ekonomi keluarga, keterampilan, kerajinan tangan hingga pengembangan usaha makanan khas Karas,” ungkapnya.

Saat ini terdapat tujuh kampung di Distrik Karas yang menjadi fokus pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah distrik berharap program pendidikan, kesehatan, PKK hingga Posyandu dapat menjangkau seluruh kampung secara merata.

Ia juga mengusulkan agar kegiatan Bunda PAUD maupun TP PKK dilaksanakan secara bergilir di setiap kampung agar masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah secara langsung.

“Kami berharap ada kunjungan-kunjungan berikutnya ke Karas. Kami siap menyambut dan mendukung secara maksimal karena masyarakat sangat antusias,” katanya.

Selain pendidikan, Distrik Karas juga mulai menyiapkan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sinergi antara pemerintah distrik, pemerintah kampung, dan TP PKK.

Salah satu program yang tengah disiapkan adalah pasar murah dan pasar kampung yang akan dilaksanakan secara bergilir di tujuh kampung.

(Ria)

Related Articles

Back to top button