Uncategorized

Sentuhan Nurwidayati di Karas: PKK yang Sempat Redup Kini Menyala Kembali, Mama-Mama Menangis Haru

Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID, KARAS – Kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, ke Distrik Karas meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat pesisir setempat.

Setelah menghadiri kegiatan penamatan dan pelepasan anak-anak PAUD menuju jenjang Sekolah Dasar, Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak melanjutkan agenda silaturahmi di kediaman Kepala Distrik Karas pada Minggu, 29 Juni 2026, di Kampung Malakuli.

Kunjungan tersebut bukan sekadar pertemuan biasa. Di rumah Kepala Distrik Karas, puluhan mama-mama kampung telah berkumpul membawa berbagai hasil kerajinan tangan, mulai dari noken hingga tas yang dibuat dari bahan daur ulang dan sumber daya lokal.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung terasa ketika Nurwidayati menyapa satu per satu para mama kampung. Kehadirannya menjadi suntikan semangat bagi kaum perempuan di Karas yang selama ini berjuang di tengah keterbatasan akses dan kondisi ekonomi wilayah pesisir.

Dari pantauan langsung media di lokasi, para mama kampung mengaku aktivitas kelompok perempuan dan PKK di wilayah tersebut baru kembali hidup dalam satu bulan terakhir setelah adanya kepengurusan baru di tingkat distrik.

“Kami baru bangkit kembali. Ibarat lilin yang sempat padam, sekarang ada cahaya lagi,” ungkap salah satu mama kampung dengan mata berkaca-kaca.

Ungkapan itu menggambarkan kerinduan masyarakat akan pendampingan dan perhatian yang berkelanjutan terhadap pemberdayaan perempuan di kampung-kampung pesisir Karas.

Momen yang paling membahagiakan bagi para perajin terjadi ketika Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak memutuskan untuk memborong seluruh hasil kerajinan yang dipamerkan oleh mama-mama kampung. Tindakan sederhana tersebut menjadi simbol dukungan nyata terhadap ekonomi keluarga dan pemberdayaan perempuan lokal.

Bagi masyarakat Karas, pembelian hasil kerajinan itu bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kerja keras dan kreativitas mama-mama kampung yang terus bertahan di tengah berbagai keterbatasan.

Usai pertemuan bersama masyarakat, Nurwidayati melanjutkan diskusi bersama para guru PAUD untuk mendengar langsung kondisi pendidikan anak usia dini di Distrik Karas, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi mulai dari sarana prasarana hingga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Agenda kemudian berlanjut dengan pertemuan bersama Kepala Distrik Karas dan Ketua PKK Distrik guna membahas kondisi organisasi PKK di sejumlah kampung, termasuk persoalan kegiatan PKK dan PAUD yang belum berjalan optimal di beberapa wilayah seperti di Kampung Mehak.

Diskusi berlangsung panjang dan penuh perhatian. Tanpa terasa, waktu telah menunjukkan pukul 23.00 WIT, padahal rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pukul 17.00 WIT.

Meski demikian, semangat rombongan tidak surut karena agenda pelayanan dan silaturahmi masih akan berlanjut ke Kampung Sahrey pada hari berikutnya.

Setelah seluruh kegiatan selesai, Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak bersama tim beristirahat di kediaman salah satu anggota DPRD setempat. Menarik perhatian masyarakat, Nurwidayati terlihat memilih menggunakan sepeda motor untuk mobilitas di lapangan dan bahkan dibonceng langsung oleh ajudannya menyusuri jalan-jalan kampung di Karas.

Pemandangan sederhana tersebut semakin memperlihatkan kedekatan dirinya dengan masyarakat serta kesediaannya untuk hadir langsung melihat kondisi riil di lapangan.

Dari pemantauan media selama berada di Karas, terlihat jelas bahwa distrik pesisir tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama pada sektor ekonomi masyarakat, pemberdayaan perempuan, dan penguatan pendidikan anak usia dini.

Karas membutuhkan perhatian yang lebih serius dan berkelanjutan dari berbagai pihak agar potensi besar yang dimiliki masyarakat pesisir dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru bagi kampung-kampung di wilayah tersebut.

Kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak di tengah masyarakat mungkin hanya berlangsung beberapa jam, namun bagi mama-mama Karas, kunjungan itu

(Ria)

Related Articles

Back to top button