NEWS

SEKJEN LMP SENNANG BERAMPU ANGKAT BICARA: “JANGAN BIARKAN KEADILAN IKUT MATI BERSAMA KORBAN DI DAIRI!”  

Transparansi Tanpa Tawar

DAIRI, SUMATERA UTARA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Laskar Merah Putih (LMP), Sennang Berampu, mengeluarkan pernyataan keras terkait dugaan rekayasa kasus kematian seorang warga di wilayah hukum Polres Dairi. LMP mensinyalir adanya upaya “pengondisian” sistematis yang mencoba menggiring opini bahwa korban tewas karena “Melompat ke Lau Luhung”, padahal fakta fisik jenazah menunjukkan indikasi pembunuhan sadis.

Tuntutan Keadilan Nyata: Bukan Keadilan di Atas Kertas

Sennang Berampu menegaskan bahwa kondisi jenazah korban yang dipenuhi 13 titik luka mengerikan—mulai dari bola mata kiri yang lenyap, rahang remuk, luka sayat di leher, hingga bekas ikatan tali di pergelangan tangan dan kaki—adalah bukti tak terbantahkan adanya penganiayaan berat sebelum kematian.

“Ini bukan murni melompat ke Lau Luhung! Bagaimana mungkin seorang yang melompat ke sungai menyisakan bekas ikatan tali di tangan dan kaki serta luka tusuk di dada? Kami menuntut keadilan nyata. Jangan sampai keadilan di negeri ini ikut mati dan dikubur bersama jasad korban hanya karena praktik transaksional hukum!” tegas Sennang Berampu.

Soroti Alibi Palsu dan Skandal Jam 4 Subuh

LMP menyoroti kejanggalan kronologi di mana korban disebut melarikan diri ke semak dan melompat ke sungai (Lau Luhung) setelah terjatuh dari motor pada pukul 23:30 WIB. Namun, pada pukul 04:00 subuh, saksi mata justru melihat korban masih berjalan kaki bersama saksi kunci berinisial HT menuju arah “Barak”.

“Fakta ini harus dikejar oleh Kasat Reskrim. Cari dan periksa HT! Apa yang terjadi dalam rentang waktu empat jam tersebut? Mengapa digiring opini melompat ke sungai, sementara saksi melihat korban masih hidup bersama HT berjam-jam setelah kejadian awal?” tambah Sennang Berampu.

Desakan Pembersihan Narkoba dan Sindiran “Kedaulatan 86”

Sekjen LMP ini juga menyentil kinerja Satuan Narkoba Polres Dairi. Ia mempertanyakan mengapa nama-nama seperti Penta dan Jonan Sinaga seolah tak tersentuh, padahal Kapolsek Tigalingga sudah berupaya keras menyapu bersih narkoba di wilayahnya namun tak kunjung habis.

“Kami mencium aroma ’86’ yang sangat menyengat. Di sini ditangkap, di sana dilepas. Jika KUHP dan KUHAP dikalahkan oleh kekuatan uang, maka kedaulatan hukum di Dairi telah runtuh. LMP tidak akan tinggal diam melihat kasus ini dimangkrakkan atau di-SP3-kan dengan dalih pelapor dianggap polos dan lugu,” tegasnya lagi.

Instruksi Kawal Ketat

Sennang Berampu menginstruksikan seluruh jajaran Laskar Merah Putih untuk mengawal ketat kasus ini hingga ke tingkat Polda Sumatera Utara bahkan Mabes Polri jika diperlukan. Ia menegaskan bahwa kedaulatan harus berada di tangan rakyat dan hukum, bukan di tangan oknum yang hobi “bermain” perkara.

“Kami pastikan LMP akan menjadi garda terdepan untuk membongkar sandiwara ‘Melompat ke Lau Luhung’ ini demi kehormatan nyawa manusia dan marwah institusi Polri!” pungkasnya.

NKRI HARGA MATI! KEADILAN HARGA MATI!

(Perwil Sumut)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button