Pelatihan Posyandu Digelar, DP3AP2KB Fakfak Perkuat Pencegahan Stunting hingga Layanan Kesehatan Masyarakat
Transparansi Tanpa Tawar

Fakfak, Spiritrevolusi.id — Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui DP3AP2KB Kabupaten Fakfak menggelar kegiatan pelatihan dan penguatan kapasitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai langkah strategis meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di daerah.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 itu dibuka dengan laporan Ketua Panitia, Ruhaya La Abu, S.STP., M.M., yang menegaskan pentingnya peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kampung dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Ruhaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang telah hadir meski memiliki kesibukan yang padat. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Plh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Fakfak, narasumber dari Dinas Kesehatan, serta seluruh peserta kegiatan.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena atas rahmat dan kesehatan yang diberikan, kita semua dapat hadir bersama dalam kegiatan ini,” ujar Ruhaya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) DP3AP2KB Kabupaten Fakfak Tahun 2026.
Menurutnya, penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi langkah penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan stunting yang masih menjadi perhatian serius pemerintah.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai langkah ke depan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di kampung maupun kelurahan di Kabupaten Fakfak,” jelasnya.
Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak bersama narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian teori, sesi tanya jawab, hingga simulasi praktik langsung menggunakan alat antropometri untuk pengukuran status gizi balita.
Ruhaya juga menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan sepenuhnya bersumber dari anggaran DP3AP2KB Kabupaten Fakfak.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat secara optimal, sekaligus menjadi ujung tombak pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Kabupaten Fakfak.
Di akhir laporannya, Ketua Panitia menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan langsung di lingkungan masing-masing.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi pelayanan kesehatan masyarakat dan masa depan generasi Fakfak yang lebih sehat,” tutupnya.
(Ria)




