Uncategorized

Visitasi Akreditasi SD YPK Werba Dimulai, Asesor BAN-PDM Papua Barat Soroti Mutu Pendidikan dan Harapan Besar Masyarakat

Sekolah Diminta Berbenah, Komite Desak Penambahan Guru dan Perhatian Serius Pemerintah

Spiritrevolusi.id , Fakfak rabu 13 mey 2026— Proses visitasi akreditasi di SD YPK Werba resmi dimulai pada 13 hingga 16 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim asesor dari BAN-PDM Papua Barat sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan di daerah.

Salah satu asesor, Pardi, menjelaskan bahwa visitasi ini merupakan bagian dari tahapan akreditasi terhadap sekolah-sekolah sasaran tahun 2026 di Kabupaten Fakfak.

“Kebetulan hari ini saya selaku asesor mendapatkan tugas untuk melaksanakan visitasi di SD YPK. Sekolah ini merupakan salah satu dari delapan sekolah sasaran akreditasi tahun 2026,” ujar Pardi saat diwawancarai media Ilmu Fakta dan Revolusi.

Ia menjelaskan, sebenarnya terdapat sekitar 37 satuan pendidikan di Kabupaten Fakfak yang masuk sasaran akreditasi tahun ini. Namun pada tahap awal, baru delapan sekolah yang menjalani proses visitasi.

“Hari ini kami sudah melaksanakan visitasi di empat sekolah. Dan SD YPK Werba menjadi sekolah keempat yang kami kunjungi,” katanya.

Menurutnya, proses akreditasi tidak dilakukan hanya dalam satu hari. Tim asesor akan berada di sekolah selama kurang lebih lima jam setiap hari untuk melakukan penilaian mendalam yang dilanjutkan hingga hari kedua.

Pardi menegaskan bahwa penentuan sekolah sasaran akreditasi dilakukan langsung oleh BAN pusat berdasarkan sejumlah indikator dan data pendidikan nasional.

“Yang menentukan sekolah mana yang diakreditasi adalah dari BAN pusat. Kami hanya menjalankan tugas. Penilaiannya dilihat dari dashboard pendidikan, data TKA, serta Dapodik untuk sekolah di bawah Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ada beberapa kriteria sekolah yang menjadi prioritas akreditasi, di antaranya sekolah baru yang sudah memiliki kelas akhir, sekolah dengan status tidak terakreditasi, serta sekolah yang mengalami kenaikan atau penurunan mutu berdasarkan data pendidikan nasional.

“Kalau sekolah mengalami perkembangan atau justru penurunan mutu, itu bisa menjadi sasaran akreditasi ulang,” ujarnya.

Pardi juga menilai akreditasi menjadi pemicu bagi sekolah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Dengan adanya akreditasi, sekolah mulai bergeliat, mulai menata diri, melakukan introspeksi, dan memperbaiki berbagai kekurangan,” tambahnya.

Sementara itu, asesor lainnya menjelaskan bahwa terdapat tiga metode utama dalam proses penggalian data selama visitasi berlangsung.

Metode pertama adalah observasi langsung proses pembelajaran di kelas. Tim asesor akan menilai aktivitas belajar mengajar mulai dari kegiatan awal, inti hingga penutup pembelajaran.

“Kami melihat apakah pembelajaran sudah aktif dan berpusat pada peserta didik atau belum. Kalau masih kurang, nanti kami berikan catatan dan rekomendasi,” jelas asesor.

Metode kedua adalah telaah dokumen, baik dokumen yang telah diunggah melalui sistem Sispena maupun dokumen fisik yang tersedia di sekolah. Dokumen yang diperiksa meliputi perangkat pembelajaran, laporan keuangan, dokumen supervisi, SK kegiatan sekolah, hingga program pencegahan perundungan dan pendidikan inklusif.

Sedangkan metode ketiga adalah wawancara mendalam dengan berbagai pihak, mulai dari guru, komite sekolah, orang tua siswa, yayasan, siswa hingga kepala sekolah.

“Ada desain wawancara khusus untuk guru, orang tua, siswa dan kepala sekolah. Semua dilakukan untuk memastikan kondisi sekolah sesuai dengan data yang dilaporkan,” ungkapnya.

Dalam sesi wawancara bersama komite sekolah, muncul sejumlah harapan besar terhadap masa depan SD YPK Werba. Komite berharap sekolah dapat menjadi lembaga pendidikan yang semakin dipercaya masyarakat.

Selain itu, komite juga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, khususnya terkait penambahan tenaga guru dan pembangunan fasilitas penunjang pendidikan.

(Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button