BTCLS RSUD Fakfak Ditutup, Direktur Tekankan Respons Cepat Tenaga Medis Hadapi Kedaruratan
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak — Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus diperkuat RSUD Kabupaten Fakfak melalui pelaksanaan Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) bagi tenaga keperawatan dan tenaga kesehatan yang resmi ditutup pada Kamis, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama sembilan hari sejak 4 Mei 2026 itu terlaksana bekerja sama dengan Pro Emergency Jakarta dan menjadi bagian dari langkah strategis rumah sakit dalam memperkuat pelayanan kegawatdaruratan serta kesiapan sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Fakfak.
Direktur RSUD Kabupaten Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Fakfak, DPRK Fakfak, tenaga dokter spesialis dan dokter umum, pimpinan OPD, manajemen rumah sakit, tim fasilitator Pro Emergency Jakarta, panitia, hingga seluruh peserta.
Menurut Farid, pelatihan BTCLS bukan sekadar agenda rutin atau formalitas peningkatan kompetensi, tetapi menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
“Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Fakfak, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang profesional, cepat, dan tepat dalam situasi darurat,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi faktor utama dalam mendukung mutu pelayanan rumah sakit, terutama dalam penanganan pasien trauma, henti jantung, hingga kondisi kritis lainnya yang membutuhkan respons cepat dari tenaga medis.
Selama pelatihan berlangsung, peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari penanganan kegawatdaruratan dasar, teknik resusitasi jantung paru, interpretasi EKG, stabilisasi pasien kritis, hingga simulasi penanganan kasus darurat secara terpadu.
Direktur RSUD Fakfak juga mengingatkan seluruh peserta agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada ruang pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di setiap unit kerja.
Ia menekankan pentingnya standarisasi pelayanan agar seluruh tenaga kesehatan memiliki pola penanganan yang sama terhadap kasus medis tertentu, sehingga kualitas pelayanan dapat berjalan lebih optimal dan terukur.
Selain itu, Farid meminta seluruh tenaga kesehatan tetap disiplin menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dalam setiap tindakan medis demi menjaga keselamatan pasien.
Menurutnya, pelayanan kegawatdaruratan tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan koordinasi dan kerja sama tim yang solid antar tenaga kesehatan.
“Kecepatan tanpa ketepatan bisa berbahaya. Karena itu, profesionalisme, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim menjadi kunci utama dalam pelayanan kegawatdaruratan,” tegasnya.
Ia berharap melalui pelatihan BTCLS tersebut, angka keselamatan pasien di Kabupaten Fakfak dapat terus meningkat, sekaligus menekan risiko kematian akibat keterlambatan penanganan medis.
Manajemen rumah sakit, lanjut Farid, akan terus mendukung pengembangan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan lanjutan dan sertifikasi kompetensi guna memperkuat kualitas pelayanan kesehatan daerah.
Menutup sambutannya, Farid Fauzan Mahubessy mengajak seluruh peserta membawa semangat baru dalam menjalankan tugas kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Ilmu yang didapat harus menjadi bekal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadilah tenaga kesehatan yang sigap, profesional, dan humanis dalam setiap pelayanan,” pungkasnya.
(Ria)




