Uncategorized

“Mama Negeri” dari Tanah Jawa yang Menyentuh Hati Perempuan Fakfak

Kekaguman Perempuan Baham untuk Sosok Nurwidayati Samaun Dahlan yang Dinilai Menjadi Inspirasi Kaum Perempuan di Fakfak

Spiritrevolusi.id | Fakfak jumad 15 mey 2026— Sosok Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, kembali menuai apresiasi dari masyarakat, khususnya kaum perempuan di Kabupaten Fakfak. Dedikasi, kesederhanaan, dan kepeduliannya terhadap perempuan Papua dinilai menjadi inspirasi besar bagi banyak orang.

Rasa kagum itu disampaikan salah satu perempuan Baham, Sarifa Uswanas, yang menilai kehadiran istri Bupati Fakfak tersebut telah membawa semangat baru bagi perempuan di daerah ini. Menurutnya, meski lahir dan besar di Pulau Jawa, Nurwidayati mampu menempatkan diri sebagai “Mama Negeri” yang dekat dengan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku maupun adat.

“Saya akui beliau bukan lahir dari rahim perempuan negeri ini, beliau lahir dari perempuan Jawa. Tapi hari ini saya sangat mengaguminya. Apa yang beliau lakukan, belum tentu saya sebagai perempuan asli negeri bisa lakukan,” ungkap Sarifa penuh haru.

Ia menilai, sosok Nurwidayati bukan hanya hadir sebagai istri kepala daerah, tetapi juga menjadi ibu bagi banyak orang. Kehadirannya di tengah masyarakat dianggap mampu membangun kedekatan emosional dengan perempuan-perempuan Fakfak dari berbagai latar belakang.

Menurut Sarifa, salah satu hal paling menyentuh adalah komitmen Ketua TP-PKK Fakfak dalam memberdayakan perempuan lokal. Banyak mama-mama Papua yang selama ini memiliki keterampilan dan potensi, kini mulai diberikan ruang untuk berkembang dan tampil.

“Beliau selalu mendahulukan perempuan-perempuan negeri. Mama-mama yang punya keterampilan dirangkul dan diberi kesempatan untuk berkembang. Itu yang membuat kami bangga,” katanya.

Tak hanya itu, Sarifa juga mengaku banyak belajar dari karakter pribadi Nurwidayati Samaun Dahlan. Baginya, kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan menjadi nilai utama yang terlihat dalam setiap gerakan sosial maupun kegiatan pemberdayaan yang dijalankan.

“Gerakan beliau sangat menyentuh. Banyak hal yang saya pelajari dari beliau, terutama arti kesabaran dan keikhlasan. Sosok seperti ini yang menjadi motivasi bagi perempuan-perempuan di Fakfak,” tambahnya.

Di tengah keberagaman budaya di Fakfak, kehadiran figur perempuan yang mampu membangun kebersamaan lintas suku dinilai menjadi energi positif bagi masyarakat. Nurwidayati dianggap berhasil menunjukkan bahwa pengabdian tidak dibatasi asal daerah, melainkan ditentukan oleh ketulusan hati dan kepedulian terhadap sesama.

Bagi banyak perempuan di Fakfak, sosok “Mama Nur” kini bukan sekadar pendamping kepala daerah, tetapi telah menjadi simbol inspirasi, keteguhan, dan penggerak perempuan menuju perubahan yang lebih baik.

(Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button