NEWS

BANK BRI CABANG SIDIKALANG MENUNJUKKAN KETERBUKAAN — Klarifikasi Disampaikan Secara Transparan

Transparansi Tanpa Tawar

DAIRI, 17 September 2026 — Dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada publik, pers berwenang mencari, menerima, dan menyebarluaskan informasi. Namun proses tersebut tidak selalu berjalan mulus — seringkali terdapat kesenjangan antara informasi yang beredar di masyarakat dengan fakta yang sebenarnya. Di sinilah PT Spirit Revolusi Media Nusantara hadir: bukan sekadar menyampaikan apa yang didengar, melainkan berupaya menelusuri, mengonfirmasi, dan mendalami hingga terbentuk fakta yang utuh, seimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menyusul pemberitaan terkait pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dialihkan menjadi KUVRA komersial di wilayah Kabupaten Dairi, pihak BANK BRI CABANG SIDIKALANG menyampaikan klarifikasi resmi. Awalnya, pihak BRI mengundang perwakilan Spirit Revolusi untuk bertemu di kantor BRI. Namun, Insan Banurea selaku perwakilan Spirit Revolusi menyambut baik niat tersebut dan mengajak pihak BRI untuk hadir ke kantor perwakilan media. Langkah ini diambil semata-mata demi keterbukaan yang lebih luas — agar klarifikasi dapat disampaikan dalam suasana setara, terbuka, dan siap untuk segera diberitakan kepada masyarakat.

BACA : “LHP Inspektorat Dairi Dipertanyakan, Berita Acara Cek Fisik Sebut Pemeriksaan Tanpa Uji Kualitas” 

Pertemuan berlangsung dengan suasana yang konstruktif. Manajer Bank BRI beserta Kepala Unit hadir dan menyampaikan:

“Kami sampaikan terima kasih atas upaya kontrol sosial yang dilakukan Spirit Revolusi terhadap badan publik, termasuk terhadap kami di BRI. Hal ini justru menjadi masukan berharga agar kami senantiasa memperbaiki pelayanan dan kepatuhan terhadap ketentuan. Meski klarifikasi ini disampaikan di kantor Spirit Revolusi, kami tetap menyampaikannya secara terbuka dan jujur, sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada nasabah dan masyarakat luas,” ujar Manajer BRI Cabang Sidikalang.

Adapun seluruh hasil dialog ini tersimpan dengan baik dalam bentuk rekaman audio dan juga disalin secara tertulis oleh Biro Dairi dalam buku catatan tamu, sehingga setiap pernyataan yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dan dikembalikan kepada narasumber kapan pun diperlukan.

Insan Banurea menyambut positif klarifikasi yang telah disampaikan. Ia menegaskan bahwa penjelasan dari pihak bank akan dijadikan narasi utama dan diberitakan secara berkelanjutan, lengkap, dan berimbang — bukan untuk menyalahkan, melainkan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perbedaan ketentuan program KUR bersubsidi pemerintah dan KUVRA komersial, serta alasan di balik perubahan jenis kredit tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi yang tulus kepada BANK BRI CABANG SIDIKALANG, Kabupaten Dairi, atas keterbukaan dan keberanian hadir untuk menjelaskan langsung kepada publik. Hal ini menunjukkan bahwa BUMN yang mengelola dana rakyat sudah menunjukkan dirinya terbuka untuk publik. Ini langkah yang patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi lembaga lain,” ujar Insan Banurea.

Spirit Revolusi menyampaikan bahwa dalam menyajikan pemberitaan yang akurat dan berimbang, pihaknya senantiasa bekerja secara teliti, cermat, dan berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Setiap informasi yang diperoleh akan diverifikasi, setiap pernyataan akan dicocokkan dengan dokumen, dan setiap pemberitaan akan disusun dengan mengutamakan kebenaran serta keseimbangan sesuai hukum pers yang berlaku.

Meski telah menerima klarifikasi langsung dan mendokumentasikan seluruh pernyataan, Insan Banurea menegaskan bahwa upaya pencarian fakta belum selesai. Spirit Revolusi tetap akan mengajukan permohonan informasi publik secara resmi dan tertulis kepada pihak BRI, guna memperoleh dokumen-dokumen yang diperlukan untuk menyajikan pemberitaan yang lebih akurat, berimbang, dan lengkap. Melalui data dan dokumen resmi yang diperoleh, masyarakat luas — khususnya di Dairi — dapat memahami secara utuh bahwa BRI adalah bagian dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan segala kebijakannya pun harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

BACA : Langkah Transparansi Desa Lae Hole — Permohonan Informasi Disetujui, Dokumen Siap Diambil 

“Klarifikasi ini adalah awal dari dialog, bukan akhir. Kami akan tetap mencari informasi lebih lengkap melalui jalur permohonan informasi publik, agar pemberitaan kami benar-benar berimbang — memuat keluhan masyarakat, penjelasan pihak bank, serta dasar hukum yang jelas. Masyarakat berhak tahu versi lengkap dari semua pihak, bukan hanya satu sisi saja. Itu komitmen kami: transparansi tanpa tawar,” tegas Insan Banurea.

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa hubungan antara media dan lembaga perbankan dapat berjalan secara konstruktif. Bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk satu tujuan yang sama: pelayanan yang lebih baik, kebijakan yang lebih jelas, dan informasi yang lebih akurat bagi masyarakat Kabupaten Dairi. Pemberitaan terkait kasus KUR dan KUVRA ini akan terus dikembangkan dan diperbarui seiring dengan informasi tambahan yang diterima, hingga masyarakat mendapatkan kejelasan yang seutuhnya — berbasis fakta, terdokumentasi, dan sesuai undang-undang.

Pewarta : Jembri Padang.

Related Articles

Back to top button