Pemerintah Desa Kondangjaya Soroti Validitas Data 23 Anak Terindikasi Stunting
Transparansi Tanpa Tawar

Karawang – 13 Mei 2026 Desa Kondangjaya kembali menggelar kegiatan rutin minggon desa yang dihadiri unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Kondangjaya menegaskan pentingnya forum minggon sebagai sarana memperkuat komunikasi, silaturahmi, serta penyampaian berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

BACA: Surat Sudah Masuk ke Meja Sekda Kabupaten Dairi, Publik Kini Menunggu Sikap Tegas Sebagai PPID Utama
Pada kesempatan itu, pihak kecamatan menyampaikan adanya data yang menyebutkan terdapat 23 anak warga Desa Kondangjaya yang terindikasi stunting. Informasi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Desa Kondangjaya.
Pemerintah Desa Kondangjaya mengaku terkejut atas munculnya data tersebut karena sebelumnya pemerintah desa belum menerima penjelasan secara rinci mengenai dasar penetapan maupun indikator yang digunakan dalam menentukan status stunting terhadap anak-anak tersebut.

“Kami tentu sangat memperhatikan persoalan kesehatan masyarakat, namun kami juga perlu mengetahui dasar dan validitas data yang disampaikan. Jangan sampai informasi yang beredar menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Kepala Desa Kondangjaya dalam forum minggon desa.
Pemerintah Desa Kondangjaya juga mempertanyakan pihak yang memiliki kewenangan dalam menyimpulkan kondisi stunting terhadap anak-anak warga desa, agar ke depan data yang disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Pemerintah Desa Kondangjaya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kesehatan masyarakat dan siap berkoordinasi dengan pihak terkait apabila memang ditemukan anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus.
Melalui forum minggon tersebut, Pemerintah Desa Kondangjaya berharap adanya sinergi dan keterbukaan informasi antara pemerintah desa, kecamatan, serta instansi kesehatan demi menciptakan pelayanan yang tepat bagi masyarakat.
(Redaksi)



