Polres Fakfak Kawal Jagung Petani hingga Terserap BULOG, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Wacana
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id Fakfak, 27 Februari 2026 – Komitmen penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Fakfak tidak berhenti pada seremoni tanam atau panen raya. Jajaran Polres Fakfak membuktikan perannya melalui pengawalan menyeluruh, memastikan hasil jagung petani benar-benar terserap ke gudang negara melalui Perum BULOG Cabang Fakfak.
Pendampingan konkret itu terlihat pada Selasa (24/2/2026) pukul 09.30 WIT di Kantor BULOG Cabang Fakfak, Jalan Cenderawasih. Jagung hibrida hasil Kelompok Tani Jalan Nuri, Distrik Pariwari, menjalani uji kadar air menggunakan Grain Moisture Tester PM-450. Hasil pengujian menunjukkan kadar air 11,6 persen—di bawah ambang batas maksimal yang ditetapkan.
Sebanyak 229 kilogram jagung dinyatakan memenuhi standar dan resmi masuk gudang BULOG. Proses ini dipantau langsung aparat kepolisian bersama pihak BULOG guna menjamin transparansi dan kepastian serapan.
Pendampingan berlanjut pada Jumat (27/2/2026) pukul 14.30 WIT terhadap Kelompok Tani Tunas Baru, Kelurahan Dulan Pokpok. Dari hasil pengecekan, kadar air jagung tercatat 12,4 persen dan tetap memenuhi standar penerimaan. Sebanyak 400 kilogram kembali diserap ke gudang negara.
Kapolres Fakfak, AKBP Hendriyana, S.E., M.H., menegaskan bahwa pola pengawalan ini bukan sekadar pengamanan distribusi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang memperkuat produksi pangan lokal.
“Kami hadir bukan hanya saat panen. Sejak pembersihan lahan, penanaman, pemupukan hingga pengawalan penjualan hasil, semua kami dampingi. Sinergi dengan Dinas Pertanian dan para penyuluh menjadi kunci agar petani merasakan pendampingan yang utuh dan nyata,” tegasnya.
Langkah ini dinilai strategis, terutama dalam memastikan petani tidak kesulitan akses pasar dan mendapatkan kepastian pembeli. Dengan standar kualitas yang terjaga, jagung Fakfak tidak hanya terserap optimal, tetapi juga berkontribusi pada penguatan cadangan pangan pemerintah.
Kolaborasi lintas sektor antara kepolisian, dinas teknis, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan BULOG menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Di tengah tantangan distribusi dan fluktuasi harga komoditas, pendekatan pengawalan dari hulu ke hilir ini menjadi model nyata bahwa ketahanan pangan bukan sekadar slogan. Di Fakfak, kerja kolaboratif mulai menunjukkan hasil—petani tersenyum, gudang negara terisi, dan kepercayaan publik terhadap program pangan kian menguat.
(Ria)




