NEWS

Akses Pendidikan Diperluas, Pemkab Fakfak Prioritaskan SMA Baru dan Rumah Guru Rampung 2027

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak menetapkan pembangunan sektor pendidikan sebagai agenda prioritas dalam hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik yang digelar pada 24–25 Februari 2026.

Dua distrik, yakni Distrik Tomage dan Distrik Bomberay, sama-sama mengusulkan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan menengah yang lebih dekat dan merata.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak, Mohammad Tahir Patiran, menjelaskan bahwa pembangunan satu unit SMA negeri baru ditargetkan dapat direalisasikan paling lambat tahun 2027, sesuai arahan Bupati Fakfak.

“Usulan dari Tomage dan Bomberay sama-sama menjadi perhatian. Namun pembangunan tidak bisa dilakukan bersamaan. Penentuan lokasi prioritas akan melihat kesiapan administrasi lahan,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan lahan menjadi faktor penentu utama. Pemerintah daerah mensyaratkan adanya legalitas yang jelas, seperti sertifikat atau surat pelepasan hak, sebelum proses perencanaan teknis dan penganggaran dilakukan.

“Kami tidak hanya membutuhkan lahan kosong, tetapi lahan yang memiliki legal standing yang sah. Jika dokumennya lengkap, maka perencanaan teknis bisa segera disusun dan diusulkan dalam perubahan anggaran,” jelasnya.

Dari aspek pemerataan pendidikan, Bomberay dinilai memiliki peluang lebih besar karena Distrik Tomage saat ini telah memiliki SMK Negeri 2. Namun demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada kesiapan administrasi masing-masing wilayah.

Rumah Guru Masuk Skala Prioritas

Selain pembangunan SMA, Musrenbang juga menyoroti kebutuhan mendesak akan rumah layak huni bagi guru, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan fasilitas.

Dinas Pendidikan mencatat masih ada tenaga pendidik yang terpaksa menempati ruang kelas sebagai tempat tinggal sementara. Kondisi ini dinilai tidak ideal dan berpotensi mengganggu efektivitas proses belajar mengajar.

“Ada guru yang tinggal di ruang kelas dan setiap pagi harus membersihkannya sebelum digunakan siswa. Situasi seperti ini tidak boleh terus berlangsung,” tegas Mohammad Tahir Patiran.

Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain wilayah Rongga dan SP6. Pemerintah daerah telah menyiapkan desain rumah dengan standar minimal tiga kamar tidur, ruang tamu, dapur, serta kamar mandi dalam satu unit bangunan.

Desain tersebut akan dilaporkan kepada Bupati untuk mendapatkan persetujuan sebelum masuk tahap pelaksanaan.

Evaluasi dan Penertiban Tenaga Pendidik

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan, Dinas Pendidikan juga menegaskan komitmennya untuk menertibkan administrasi dan kedisiplinan tenaga pendidik, termasuk guru berstatus PPPK.

Guru yang tidak aktif menjalankan tugas dalam jangka waktu panjang tanpa alasan jelas akan dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jika hampir satu tahun tidak melaksanakan tugas mengajar tanpa keterangan yang sah, tentu akan dilakukan evaluasi hingga penonaktifan sementara. Ini bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan keadilan,” katanya.

2027 Jadi Target Percepatan

Dengan berbagai program prioritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak menargetkan tahun 2027 sebagai tonggak percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan di tingkat distrik.

Dinas Pendidikan kini tengah menyusun tahapan teknis dan administratif agar pembangunan SMA negeri baru serta rumah guru dapat berjalan tepat waktu dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Fakfak.

(Ria)

Related Articles

Back to top button