Uncategorized

Raja-Raja dan Lembaga Adat Fakfak Kompak Dukung Investasi Migas Arguni–Blok Gaea, Minta Masyarakat Adat Jadi Pilar Utama

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak Jumad 22 mey 2026 winder tuare— Dukungan terhadap percepatan investasi sektor minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Arguni, Blok Gaea dan Gaea II terus menguat. Dalam rapat pembahasan dukungan pelaksanaan survei seismik yang digelar Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama para raja, petuanan adat, dan lembaga kultur, seluruh perwakilan adat menyatakan mendukung investasi migas dengan syarat masyarakat adat tetap menjadi bagian utama dalam seluruh proses pengambilan keputusan.

Rapat yang berlangsung di Fakfak itu dipimpin langsung oleh Bupati Samaun Dahlan bersama jajaran pemerintah daerah dan dihadiri sejumlah raja wilayah petuanan adat.

Dalam forum tersebut, para tokoh adat menyampaikan dukungan sekaligus berbagai masukan penting agar investasi migas benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.

Raja Rumbati: Fakfak Harus Bangkit dari Potensi Alamnya

Perwakilan Raja Rumbati menyampaikan bahwa masyarakat adat pada prinsipnya mendukung investasi migas karena Fakfak memiliki potensi sumber daya alam besar yang harus dikelola untuk kesejahteraan rakyat.

Ia menilai selama ini daerah penghasil sumber daya alam justru sering tertinggal dalam pembangunan, sehingga investasi migas menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Fakfak.

“Potensi sumber daya alam ini luar biasa. Kalau dikelola dengan baik maka bisa membantu percepatan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar masyarakat adat tetap dilibatkan secara penuh dalam setiap tahapan investasi agar tidak muncul kesalahpahaman di lapangan.

Raja Ati-Ati Soroti Pentingnya Silaturahmi Pemerintah dan Petuanan Adat

Sementara itu, Raja Ati-Ati menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan para pemilik hak ulayat atau petuanan adat.

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci agar seluruh proses investasi berjalan aman, damai dan diterima masyarakat.

Ia berharap pemerintah terus menjaga silaturahmi dan keterbukaan dengan seluruh petuanan adat di wilayah Fakfak.

Petuanan Ati-Ati: Investasi Harus Jadi Berkah untuk Masyarakat

Perwakilan petuanan Ati-Ati juga menyampaikan dukungannya terhadap program investasi migas yang dinilai sebagai bagian dari upaya pembangunan daerah.

Mereka berharap keberadaan investasi di sektor migas mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat adat dan membawa manfaat nyata bagi kampung-kampung di wilayah Fakfak.

“Ini adalah rezeki yang Tuhan berikan kepada daerah ini. Karena itu kami berharap investasi tetap menghormati masyarakat adat dan memberi manfaat untuk masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan petuanan.

Raja Wartuar Minta Pemerintah dan Masyarakat Terus Jalan Bersama

Hal senada disampaikan Raja Wartuar yang meminta agar pemerintah dan masyarakat terus berjalan bersama dalam mendukung program pembangunan daerah, termasuk investasi migas.

Menurutnya, koordinasi dan komunikasi yang rutin sangat penting agar seluruh masyarakat memahami tujuan investasi serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu konflik.

Raja Pikpik Sekar : Kultur Harus Jadi Garda Terdepan

Masukan paling mendalam disampaikan Raja Pikpik Sekar yang menegaskan bahwa lembaga kultur tidak boleh hanya dijadikan pelengkap, melainkan harus ditempatkan sebagai bagian utama dalam proses investasi.

Ia mengapresiasi langkah Bupati Fakfak yang selalu melibatkan unsur adat, lembaga kultur, dewan adat, dan LMA dalam berbagai pembahasan investasi.

“Kami bukan bagian yang diabaikan, tetapi harus menjadi bagian yang dikedepankan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, harus berdampingan dengan kultur dan masyarakat adat,” tegasnya.

Ia juga meminta agar seluruh petuanan adat dilibatkan dalam setiap pembahasan, bukan hanya wilayah yang menjadi lokasi langsung kegiatan investasi.

(Ria)

Related Articles

Back to top button