Petani Pala Fakfak Butuh Suntikan Modal! Hans Sahupala: Produksi 2.000 Ton Tak Akan Maksimal Tanpa Dukungan Perbankan
Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID | Fakfak, Papua Barat — Pelaku usaha pala di Kabupaten Fakfak kembali menyuarakan kebutuhan mendesak akan dukungan permodalan guna mendorong peningkatan kualitas dan stabilitas harga komoditas unggulan daerah tersebut.
Hal ini disampaikan Hans Sahupala, Owner PT Papua Global Spices, saat menghadiri kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Ekonomi Berkelanjutan Sektor Perkebunan Pala yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Papua Barat.
Dalam keterangannya, Hans menegaskan bahwa seluruh pihak harus terlibat aktif dalam mendukung pengembangan usaha pala di Fakfak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga lembaga keuangan.
“Harapan kami melalui kegiatan ini adalah semua pihak bisa terlibat dalam usaha pala di Kabupaten Fakfak. Tujuan utamanya jelas, bagaimana kita meningkatkan kualitas pala sehingga berdampak pada peningkatan harga,” ujarnya.
Menurutnya, potensi produksi pala Fakfak yang mencapai sekitar 2.000 ton per tahun merupakan kekuatan besar yang perlu didukung secara serius. Namun di sisi lain, tingginya volume produksi tersebut juga membutuhkan dukungan modal kerja yang tidak sedikit.
“Dengan produksi yang besar, tentu kita butuh modal yang besar juga untuk mengembangkan usaha ini. Tanpa itu, akan sulit bagi kami untuk melakukan intervensi kualitas maupun menjaga stabilitas harga di pasar,” jelas Hans.
Ia menambahkan, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sektor pala saat ini masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan. Padahal, peran mereka sangat strategis dalam rantai pasok komoditas pala di Fakfak.
Oleh karena itu, Hans berharap Otoritas Jasa Keuangan bersama pihak perbankan dapat memberikan perhatian serius melalui skema pembiayaan yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh pelaku usaha lokal.
“Kami berharap OJK dan perbankan bisa membantu kami, khususnya pengusaha kecil atau UMKM, agar bisa berkembang dan meningkatkan daya saing,” tutupnya.
FGD ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi berkelanjutan di sektor perkebunan pala, sekaligus memperkuat sinergi antara regulator, perbankan, dan pelaku usaha dalam mengoptimalkan potensi unggulan daerah Fakfak.
(Ria)




