NEWS

Diserbu Pendaftar! RSUD Fakfak Batasi 25 Pasien per Hari, Operasi Katarak Massal Juli Siap

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id Fakfak, — Antusiasme masyarakat Kabupaten Fakfak terhadap layanan kesehatan mata kian melonjak tajam sejak dibukanya pendaftaran operasi katarak dan pelayanan mata lainnya oleh RSUD Kabupaten Fakfak pada 15 April 2026. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan layanan kesehatan mata di daerah tersebut sangat tinggi.

Direktur RSUD Kabupaten Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat mendorong pihak rumah sakit untuk segera melakukan penyesuaian strategi pelayanan agar tetap optimal dan terkontrol.

“Sejak hari pertama pendaftaran dibuka, jumlah masyarakat yang datang sangat banyak. Untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan semua pasien tertangani dengan baik, kami membatasi pendaftaran sebanyak 25 orang per hari,” ujarnya dalam wawancara, Kamis (23/4/2026).

Menjaga Keseimbangan Layanan

Menurut Farid, pembatasan tersebut bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan langkah strategis agar seluruh layanan kesehatan di RSUD Fakfak tetap berjalan seimbang. Di tengah tingginya permintaan layanan mata, rumah sakit juga harus tetap memberikan pelayanan umum, termasuk medical check-up (MCU) dan layanan kesehatan lainnya.

“Kami tidak bisa hanya fokus pada satu layanan saja. Karena itu, pengaturan alur pasien menjadi penting agar tidak terjadi penumpukan dan seluruh pelayanan tetap berjalan maksimal,” jelasnya.

Prioritas untuk Warga Fakfak

Dalam proses pendaftaran, RSUD Fakfak memberikan prioritas kepada masyarakat yang memiliki KTP Fakfak, dengan target kuota sekitar 300 pasien. Namun demikian, pihak rumah sakit tetap membuka ruang bagi masyarakat yang ber-KTP luar daerah.

“Kami utamakan masyarakat Fakfak, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi yang berasal dari luar daerah. Selama sudah mendaftar, tetap akan kami layani. Bahkan jika kuota belum terpenuhi, pendaftaran akan dibuka lebih luas,” tegas Farid.

Skrining Berlapis untuk Keamanan Pasien

Guna menjamin keselamatan dan keberhasilan tindakan medis, setiap pasien diwajibkan melalui dua tahap skrining yang ketat.

Tahap pertama berupa pemeriksaan dasar, termasuk tes visus untuk mengukur ketajaman penglihatan. Pasien yang memenuhi kriteria awal kemudian akan melanjutkan ke tahap skrining lanjutan.

Pada tahap kedua, pemeriksaan dilakukan secara lebih komprehensif, meliputi tes laboratorium serta penelusuran riwayat penyakit seperti diabetes melitus dan kondisi medis lainnya yang berpotensi memengaruhi tindakan operasi.

“Semua ini kami lakukan untuk memastikan pasien benar-benar siap menjalani operasi dan meminimalkan risiko,” tambahnya.

Fokus Katarak dan Pterigium

Program ini difokuskan pada penanganan penyakit katarak dan pterigium yang menjadi kasus dominan di Fakfak. Meski demikian, masyarakat dengan keluhan mata lainnya tetap dapat mengakses layanan dengan alur yang telah disiapkan secara terpisah.

“Pasien dengan keluhan lain tetap kami layani sesuai indikasi medis. Namun untuk tindakan operasi, kami pisahkan agar lebih terfokus,” jelas Farid.

Kolaborasi Nasional, Layanan Lebih Dekat

Dalam pelaksanaannya, RSUD Fakfak menggandeng tim medis dari Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan spesialis berkualitas tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.

Tim medis dijadwalkan tiba pada 1 Juli 2026 untuk melakukan skrining akhir, dilanjutkan dengan tindakan operasi pada 2 hingga 3 Juli 2026, sebelum kembali pada 4 Juli.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, RSUD Fakfak telah menyiapkan ruang bekas ICU lama sebagai lokasi tindakan operasi minor, sementara pelayanan umum akan dipusatkan di area lapangan parkir yang telah ditata khusus.

Menekan Rujukan, Mendekatkan Harapan

Program operasi katarak massal ini tidak hanya menjadi solusi medis, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah dengan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

“Kami ingin masyarakat Fakfak mendapatkan layanan kesehatan mata yang dekat, mudah, dan berkualitas. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tutup Farid.

Dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga medis, serta partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan kembali harapan—membuka penglihatan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Fakfak secara menyeluruh

( Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button